Minggu 24 Januari 2021, 11:49 WIB

Gerindra Tuding Pemprov DKI tidak Punya Strategi Pendisiplinan 3M

Hilda Julaika | Megapolitan
Gerindra Tuding Pemprov DKI tidak Punya Strategi Pendisiplinan 3M

MI/Fahrullah
Warga melintas di depan mural ajakan menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran covid-19 di kawasan Kebon Nanas, Jakarta Timur

 

FRAKSI Gerindra DPRD DKI melontarkan kritik kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang tidak memiliki strategi khusus dalam menegakan kedisiplinan protokol kesehatan 3M pada masyarakat.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra Syarif menilai, saat ini, penerapan 3M berupa memakai memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak sudah sangat kendor.

“Pemprov DKI ini tidak punya peta soal pendisiplinan 3M. Saya bisa mengatakan tidak punya strategi untuk menjaga 3M tadi. Ini tidak tergambarkan,” kata Syarif kepada Media Indonesia, Minggu (24/12).

Baca juga: Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia Usai Terpapar Covid-19

Menurutnya, Pemprov DKI harus bisa memastikan pergerakan orang di setiap tempat atau klaster mentaati protokol kesehatan. Salah satunya dengan pengawasan yang ketat dan penindakan yang tegas.

“Misalnya, klaster atau penyebabnya ada di kantor, maka diperketat dan orang yang tidak pakai masker harus didenda. Hingga menjaga jarak dan mencuci tangan untuk menekan penularan,” jelasnya.

Syarif menilai Pemprov DKI perlu rutin melakukan monitoring dan evaluasi harian. Lalu ada proses pengambilan solusi yang konkret dari evaluasi 3M ini.

“Harus segera ditangkep ini (kendornya 3M) pasti ada sesuatu. Monitoring dan evaluasi hariannya harus menghasilkan tindakan dan langkah-langkah konkret. Jangan menunggu 2 pekan dalam menentukan langkah,” pungkasnya.

Pemprov DKI Jakarta mengimbau kembali seluruh warga Jakarta untuk meningkatkan kedisiplinan pada protokol kesehatan berupa 3M. Terdiri dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Terlebih saat ini kasus covid-19 di Jakarta masih terus melonjak.

Penambahan kasus harian covid-19 di Jakarta kini selalu berada di atas angka 3 ribuan. Sementara itu, angka positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 15,6%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 9,8%. Padahal WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.

“Pemprov DKI Jakarta mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M, lantaran kasus positif covid-19 yang masih terus bertambah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangan yang diterima, Minggu (24/1). (OL-1)

Baca Juga

Antara

Kepulauan Seribu Sediakan 9 Penginapan untuk Isolasi Pasien Korona

👤Putri Yuliani Anisa 🕔Jumat 26 Februari 2021, 00:05 WIB
Pasien yang boleh menjalani isolasi di homestay adalah mereka yang terkonfirmasi positif covid-19 tanpa...
Instagram Anies Baswedan

Anies Raih Penghargaan dari Rumah Zakat

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:29 WIB
Ia terpilih bersama tokoh nasional lain berkat kontribusinya terhadap kontribusinya dalam penanganan pandemi di DKI...
Antara

Kasus Aktif Di Jakarta Terus Berkurang

👤 Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:33 WIB
Jumlah orang yang masih dirawat karena covid-19 berkurang sebanyak 278 orang menjadi 4.068...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya