Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Profil Lengkap Prabowo Subianto: Perjalanan Menuju RI 1

mediaindonesia.com
21/1/2026 11:31
Profil Lengkap Prabowo Subianto: Perjalanan Menuju RI 1
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan).(Antara)

Perjalanan Panjang Sang Jenderal Menuju Istana Negara

Nama Prabowo Subianto telah menjadi salah satu tokoh sentral dalam sejarah politik dan militer Indonesia modern. Sebagai Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029, sosoknya merepresentasikan narasi tentang ketahanan, transformasi, dan dedikasi panjang bagi negara. Perjalanan hidupnya, mulai dari prajurit baret merah hingga menjadi orang nomor satu di republik ini, penuh dengan dinamika yang menarik untuk ditelusuri secara mendalam.

Dikenal sebagai figur yang tegas namun belakangan menampilkan sisi humanis, Prabowo berhasil memenangkan hati rakyat Indonesia dalam Pemilihan Umum 2024. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai latar belakang, karir militer, sepak terjang politik, hingga visi misinya dalam memimpin Indonesia ke depan.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, Prabowo Subianto Djojohadikusumo merupakan putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Ayahnya adalah begawan ekonomi Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri di era Orde Lama maupun Orde Baru. Latar belakang keluarga yang intelektual dan kosmopolitan memberikan pengaruh besar pada masa kecil Prabowo.

Karena tugas ayahnya yang sering berada di luar negeri, masa kecil dan remaja Prabowo banyak dihabiskan di berbagai negara, mulai dari Hong Kong, Malaysia, Swiss, hingga Inggris. Hal ini membuatnya fasih berbahasa asing dan memiliki wawasan global sejak dini. Ia menempuh pendidikan dasar di Victoria Institution (Kuala Lumpur), Zurich International School (Swiss), dan The American School in London (Inggris).

Meski mengenyam pendidikan barat, jiwa nasionalismenya memanggilnya untuk kembali ke tanah air dan mendaftar ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang, tempat ia memulai karir yang akan membesarkan namanya.

Karir Militer: The Rising Star

Lulus dari Akademi Militer pada tahun 1974, karir Prabowo Subianto di TNI Angkatan Darat melesat dengan cepat. Ia dikenal sebagai perwira cerdas dan berani di lapangan. Sebagian besar karirnya dihabiskan di pasukan elit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Operasi Militer dan Prestasi

Salah satu prestasi yang melambungkan namanya adalah Operasi Mapenduma pada tahun 1996. Saat itu, sebagai Danjen Kopassus, Prabowo memimpin operasi pembebasan sandera peneliti Ekspedisi Lorentz 95 yang disekap oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Operasi ini dinilai sukses dan mendapatkan pengakuan internasional, meskipun diwarnai ketegangan tinggi.

Karir militernya terus menanjak hingga ia menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada tahun 1998. Jabatan ini merupakan posisi strategis yang sebelumnya juga pernah dipegang oleh Presiden Soeharto. Namun, karier militernya berakhir di tengah gejolak Reformasi 1998, sebuah periode transisi yang kompleks dalam sejarah bangsa.

Kiprah di Dunia Bisnis dan Politik

Setelah purnatugas dari militer, Prabowo sempat tinggal di Yordania dan menekuni dunia bisnis. Ia kembali ke Indonesia dan mulai membangun kekuatan ekonomi melalui Nusantara Group yang membawahi puluhan perusahaan di berbagai sektor, mulai dari kelapa sawit, tambang, hingga kertas.

Mendirikan Partai Gerindra

Menyadari bahwa perubahan besar hanya bisa dilakukan melalui jalur politik, Prabowo memulai langkahnya dengan mengikuti konvensi Partai Golkar pada 2004. Namun, langkah besarnya terjadi pada 6 Februari 2008, ketika ia bersama sejumlah tokoh mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Partai ini dibangun dengan manifesto perjuangan untuk mengangkat harkat dan martabat rakyat kecil, petani, dan nelayan.

Di bawah kepemimpinannya, Gerindra tumbuh pesat menjadi salah satu kekuatan politik utama di parlemen Indonesia, menempati posisi papan atas dalam setiap pemilihan legislatif.

Dinamika Pemilihan Presiden

Kegigihan Prabowo dalam berpolitik terlihat dari rekam jejaknya dalam kontestasi kepemimpinan nasional. Ia tidak pernah menyerah meski menghadapi kegagalan berkali-kali:

  • Pilpres 2009: Maju sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.
  • Pilpres 2014: Maju sebagai Calon Presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa, namun kalah dari Joko Widodo.
  • Pilpres 2019: Kembali maju sebagai Calon Presiden berpasangan dengan Sandiaga Uno, dan kembali kalah dari petahana Joko Widodo.

Rekonsiliasi dan Jabatan Menteri Pertahanan

Pasca Pilpres 2019, terjadi momen bersejarah ketika Prabowo memutuskan untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo demi persatuan bangsa. Ia ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Indonesia Maju.

Sebagai Menhan, Prabowo aktif melakukan diplomasi pertahanan dan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista). Ia memperkuat militer Indonesia dengan rencana pembelian jet tempur Rafale, kapal selam, dan teknologi pertahanan canggih lainnya untuk menjaga kedaulatan NKRI.

Menuju Kursi RI 1: Kemenangan 2024

Pada Pemilihan Presiden 2024, Prabowo Subianto menggandeng Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Jokowi, sebagai wakilnya. Pasangan ini mengusung tema keberlanjutan pembangunan yang telah diletakkan oleh pemerintahan sebelumnya.

Dengan strategi kampanye yang lebih santai dan merangkul generasi muda (Gen Z dan Milenial), serta visi misi yang terangkum dalam Asta Cita, Prabowo berhasil memenangkan pemilihan umum satu putaran. Kemenangan ini menandai puncak dari perjuangan politiknya selama lebih dari dua dekade.

Visi Asta Cita

Sebagai Presiden terpilih, Prabowo memiliki delapan misi utama yang disebut Asta Cita, yang mencakup:

  1. Memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM.
  2. Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
  3. Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.
  4. Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
  5. Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
  6. Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.
  7. Memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
  8. Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Kisah hidup Prabowo Subianto adalah bukti nyata tentang ketahanan mental dan dedikasi. Dari seorang prajurit di hutan belantara hingga menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia di Istana Negara, ia kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya