Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta memastikan cabai rawit yang beredar di Jakarta tidak ada yang menggunakan pewarna. Hal ini usai ada temuan cabai rawit merah hasil pewarnaan dengan cat telah menimbulkan keresahan masyarakat.
Meski hal itu belum terjadi di wilayah Jakarta, namun Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian dengan tim suku dinas sudah melakukan aksi pemantauan dan pengambilan sampel cabai rawit merah di sejumlah pasar.
"Hasil pengamatan organoleptik disemua pasar yang dikunjungi (Tomang Barat, Ganefo, Pasar Laris, Pom Pengumben, Kalideres, Klender, Cempaka Putih, Johar Baru, Pasar Minggu), semua cabai rawit merah yang dijual aman untuk dikonsumsi dan tidak menunjukkan adanya ciri hasil pewarnaan cat/pilok," tulis Plt DPKP Suharini Eliawati dalam keterangannya, Sabtu (9/1).
Baca juga: Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi Naik Menyusul Tahu dan Tempe
Menurut Suharini, hal ini merupakan bentuk respon cepat DKPKP dalam rangka menjamin pangan yang dikonsumsi masyarakat Jakarta aman. Pihaknya juga akan terus rutin memantau hal itu agar tidak sampai kecolongan.
Adapun komoditas lain yang dipantau dan ambil sampel adalah daging ayam yang telah diberi bumbu. Pihaknya ingin memastikan warna yang digunakan warna alami yang aman dan sehat bukan pewarna kimia/tekstil yang berbahaya bagi kesehatan.
"Jika warga ada yang merasa ragu dengan pangan yang dibelinya maka dapat menghubungi petugas Kasatlak Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian yang ada di setiap kecamatan," pungkasnya.(OL-5)
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
MENJELANG Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di pasar tradisional Kota Makassar mulai merangkak naik.
Beras premium kelas I yang sebelumnya Rp14.400 per kg menjadi Rp15.200 per kg dan beras premium kelas II naik dari Rp 14 ribu kg menjadi Rp14.800 per kg
Daging sapi dijual Rp 140 perkg, daging ayam Rp 39 ribu perkg, telur telur ayam Rp 29 ribu hingga Rp 31.500 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved