Kamis 07 Januari 2021, 16:35 WIB

Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi Naik Menyusul Tahu dan Tempe

Putri Anisa Yuliani | Ekonomi
Harga Cabai Rawit dan Daging Sapi Naik Menyusul Tahu dan Tempe

Antara
Harga daging sapi ikut naik menyusul kenaikan harga tempe dan tahu.

 

BELUM beres kenaikan harga tempe dan tahu karena tingginya harga kedelai, saat ini harga cabai rawit dan daging sapi ikut melonjak. Kenaikan komoditas ini harus diwaspadai karena harga cabai rawit merah tembus Rp100 ribu dan daging sapi di atas Rp125 ribu per kilogram

"Kenaikan harga yang sulit dikontrol yaitu salah satu contoh cabai rawit merah dengan kenaikan yang fantastis yaitu di kisaran angka Rp100 ribu/kg. Kenaikan ini kami nilai tidak wajar karena daya beli masyarakat belum kembali pulih pasca Natal dan tahun baru. Daya beli masyarakat belum aman seperti Natal dan tahun baru pada tahun tahun sebelumnya karena pandemi covid-19 yang belum usai," ujar Ketua Bidang Infokom DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi)  Reynaldi Sarijowan, Kamis (7/1).

Semua telah mengtahui tempe dan tahu sempat hilang peredarannya di pasar tradisional karena isu naiknya harga kedelai internasional. Walaupun Sekjen Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa stok aman, tapi fakta yang ada di lapangan harga masih tinggi dan pengrajin tetap mendapatkan harga penyesuaian yang baru.

Harga cabai yang sudah diketahui sebulan lalu, belum mampu diantisipasi oleh pemerintah. Ikappi sendiri meminta kepada pemerintah melakukan subsidi silang dari daerah-daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan daerah-daerah yang membutuhkan konsumsi besar seperti Jabodetabek. Hanya itu solusi sementara ini, sembari menyiapkan tata niaga kelola pangan di 2021.

Untuk komoditas daging sapi, Ikappi meminta kepada pemerintah agar melakukan penelusuran terhadap importir sapi atau RPH sapi agar stok di pasar tidak berkurang dan harga kembali turun. Sebab, kalau dibiarkan begitu saja maka potensi kenaikannya akan jauh lebih tinggi.

"Tiga komuditas ini yang menjadi konsen Ikappi dan minta Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian untuk lebih memperkuat koordinasi dalam rangka memastikan stok pangan tetap aman di pasar tradisional. Jika pangan aman dan harga tidak tinggi, pedagang tidak akan merugi tapi jika modal yang kami keluarkan sudah tinggi maka kami akan kesulitan untuk menjualnya," jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Wagub DKI Sebut Pihaknya Usulkan PSBB Serentak Jawa-Bali

Baca Juga

MI/ Abdillah M Marzuqi

Menkop UKM Tegaskan Tak Ada PEN dalam Bentuk Bantuan Ternak di NTB

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Rabu 26 Januari 2022, 23:47 WIB
Yang ada hanyalah bantuan hibah untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan jumlah bantuan Rp1 Juta per...
Dok. Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia Perkuat Proses Distribusi dan Pengawasan dengan Teknologi Digital 

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:49 WIB
Selain dapat mengawasi proses distribusi, sistem yang dinamai Distribution Planning & Control System (DPCS) itu juga mampu mengetahui...
MI/Haryanto Mega

Menaker Dorong BUMN dan Swasta Pekerjakan Penyandang Disabilitas 

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Rabu 26 Januari 2022, 22:15 WIB
Pada 2021, sebanyak 1.271 penyandang disabilitas telah bekerja di 72 Badan Usaha Milik Negara dan 4.554 penyandang disabilitas telah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya