Jumat 13 November 2020, 23:35 WIB

Ini Penjelasan Pemprov DKI soal Berkurangnya PMD ke BUMD

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Ini Penjelasan Pemprov DKI soal Berkurangnya PMD ke BUMD

MI/M.irfan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Pateria

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mengurangi jumlah Penyertaan Modal Daerah (PMD) kepada BUMD DKI Jakarta pada Rancangan APBD Perubahan 2020.

Semula jumlah PMD mencapai Rp7,8 triliun. Namun, dalam RAPBD-P 2020 jumlahnya mencapai Rp4,4 triliun.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza mengatakan, pengurangan itu disebabkan adanya pelemahan ekonomi sebagai dampak dari wabah covid-19.

"PMD turun karena covid. Semua anggaran turun karena covid. Jadi semua harus 'refocusing', menyesuaikan dengan anggaran yang ada," jelasnya di Balai Kota, Jumat (13/11).

Politkus Partai Gerindra itu menegaskan Pemprov DKI tetap berupaya optimal melakukan pembangunan baik langsung yang dijalankan oleh SKPD maupun oleh BUMD meski di tengah penurunan anggaran akibat wabah.

"Prinsipnya dengan segala keterbatasan yang ada kita Pemprov terus berupaya meningkatkan kinerja, terus berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin terkait transportasi dan pelayanan publik lainnya," jelasnya.

Untuk program yang terhalang dilakukan tahun ini akibat ketiadaan anggaran, Ariza menuturkan akan dialihkan ke tahun depan.

Baca juga : Wagub Tegaskan Rute Perubahan LRT Masih Dikaji

"Iya dong yang belum selesai tahun ini dilanjutkan tahun depan. Yang penting di kepemimpinan Pak Anies semua program RPJMD akan kita selesaikan sebaik mungkin selesai di Oktober 2022 program-programnya," tandasnya.

Sebelumnya, pada penetapan APBD 2020 Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan sebesar Rp7,81 triliun dana PMD kepada tujuh BUMD. Namun, alokasi itu berkurang menjadi Rp4,41 triliun.

PT MRT Jakarta semula mendapat alokasi PMD sebesar Rp2,6 triliun berkurang menjadi Rp1,58 triliun. Lalu PT Jakarta Propertindo semula mendapat PMD sebesar Rp2,7 triliun berkurang menjadi Rp1,38 triliun.

PAM Jaya semula mendapat Rp516 miliar alokasi dana PMD dikurangi menjadi Rp240 miliar. Perumda Pasar Jaya yang semula akan mendapat PMD sebesar Rp337 miliar berkurang menjadi Rp162 miliar.

Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang semula mendapat alokasi PMD sebesar Rp1,36 triliun hanya mendapatkan Rp950 miliar.

Di samping itu, ada PT Jakarta Tourisindo satu-satunya BUMD yang tetap mendapat PMD sebesar Rp92,1 miliar. Lalu PDAL Jaya yang semula tidak mendapat PMD, dalam RAPBD-P mendapat PMD sebesar Rp3 miliar.(OL-7)

Baca Juga

Antara/Fakhri Hermansyah.

Satpol PP Segera Tertibkan Lokalisasi Rawa Malang Jakarta Utara

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 25 September 2022, 16:50 WIB
Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja DKI Jakarta siap menertibkan kawasan lokalisasi Rawa Malang, Semper, Jakarta Utara. Hal itu disampaikan...
MI/Nicky Aulia Widadio.

Pengembang Pulau C Wajib Bangun Rusun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 25 September 2022, 16:35 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria membenarkan pihak swasta yang menjadi pengembang pulau reklamasi yakni pulau C atau Pulau Kita...
MI/ Syarief Oebaidillah

DPD Partai Nasdem Tangsel Gelar Konsolidasi Bacaleg dan Pemenangan Pemilu

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 25 September 2022, 15:50 WIB
Efendy Choirie mengatakan, target NasDem diharapkan dapat satu kursi di DPR RI dari setiap DPW dan minimal 5 kursi DPRD Provinsi, Kabupaten...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya