Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan seluruh pihak harus siaga dalam menghadapi musim penghujan. Pasalnya, intensitas hujan lebat tahun ini sangat besar. Pihaknya memaparkan 3 hal penting dalam menghadapi banjir.
“Kita perlu siaga menghadapi musim penghujan dan mengirimkan pesan ke seluruh masyarakat Jakarta bahwa seluruh komponen pemerintah, TNI, polisi, dan unsur masyarakat bersatu padu mengantisipasi musim hujan,” kata Anies di Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan yang berlangsung di Lapangan JICT II, Tanjung Priok, Rabu (4/11).
Adapun hal penting yang pertama yakni siaga. Artinya, Pemprov DKI menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk bisa menghadapi semua kemungkinan. Semua potensi itu ditunjukkan kepada masyarakat sekaligus meyakinkan kepada seluruh jajaran bahwa Jakarta siaga memasuki musim hujan.
Baca juga: Pembuang Sampah di Sungai Kalimalang Divonis Denda Rp2 Juta
Kedua, harus tanggap. Pemerintah memantau dengan dekat perkembangan cuaca, mamantau dengan dekat semua proyeksi turun hujan sehingga bisa merespon dengan cepat apa pun kondisinya.
“Karena itu, apel kesiapsiagaan kali ini tidak diberi nama apel kesiapsiagaan menghadapi banjir karena memang kita menghadapi musim hujan. Insya Allah kita dijauhkan dari banjir. Tanggap ini harus jadi keseharian kita di minggu-minggu dan bulan ke depan. Benar-benar dipastikan bahwa kita memiliki SOP yang sinergis antarseluruh unsur sehingga bisa bekerja di lapangan dengan sebaik-baiknya,” paparnya.
Ketiga, galang, yakni dalam menghadapi bencana harus memiliki kemampuan untuk menggalang seluruh kekuatan. Kekuatan dari seluruh bangsa Indonesia berupa kemampuannya untuk bergotong royong. Kemampuannya untuk memanggul bersama beban yang diembankan kepada pemerintah.
“Karenanya, prinsip galang ini harus benar-benar dipegang semua unsur. Apa yang menjadi beban bagi yang lain adalah beban bagi kita. Apa yang menjadi tanggung jawab bagi unsur lain adalah tanggung jawab bagi kita,” ungkapnya.
Sementara saat ini, kemampuan sistem drainase Jakarta maksimal mampu menampung 100 mm hujan per hari. Sehingga jika ada hujan di bawah 100 mm harus dipastikan tidak menyebabkan banjir.
Namun, jika curah hujan yang turun di atas kemampuan drainase atau di atas 100 mm maka harus dipastikan genangan air bisa surut dalam waktu 6 jam.
“Sehingga tanggung jawab kita ketika ini terjadi ada 2 kunci. Satu, memastikan seluruh warga selamat. Tanggung jawab kita memastikan seluruh semua selamat jangan ada korban. Indikator kedua adalah genangan bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam. Tanggung jawab kita menyiapkan seluruh kekuatan untuk bisa mengeringkan dalam waktu kurang dari 6 jam,” pungkasnya. (OL-1)
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved