Rabu 28 Oktober 2020, 09:55 WIB

20 Ribu Personel Diturunkan untuk Amankan Demo UU Ciptaker

Siti Yona Hukmana | Megapolitan
20 Ribu Personel Diturunkan untuk Amankan Demo UU Ciptaker

ANTARA/Galih Pradipta
Polisi memeriksa barang bawaan peserta aksi unjuk rasa tolak UU Omnibus Law di kawasan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (20/10).

 

POLISI telah menyiapkan pengamanan demontrasi penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja (Ciptaker), hari ini, Rabu (28/10). Sebanyak 20 ribu personel siap mengamankan aksi penyampaikan pendapat di tiga titik Ibu Kota.

"Sekitar 10 ribu-an tambah 10 ribu ada pasukan cadangan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).

Sambodo mengatakan ribuan personel akan berjaga di tiga titik demo. Yakni, Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat; Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat; dan Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Baca juga: Demo UU Ciptaker Digelar, Hindari DPR, Istana, dan Tugu Proklamasi

"Hasil rapat tadi malam kemungkinan estimasi massa antara tiga sampai empat ribu di tiga titik tersebut," ujar Sambodo.

Sambodo mengaku telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di tiga titik demo. Pengalihan arus di DPR/MPR dan Tugu Proklamasi diberlakukan situasional.

"Artinya buka tutup arus dilakukan setelah ada massa. Tapi, khusus Istana Negara (Merdeka), mulai tadi sudah dipasang barrier sama seperti pegamanan unjuk rasa sebelumnya," ungkap Sambodo.

Pemasangan barrier dilakukan di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya, Harmoni, Gambir, dan Jalan Veteran. Sambodo menyebut pemasangan barrier itu untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan bagi pengunjuk rasa maupun masyarakat umum.

"Oleh sebab itu, saya mengimbau kepada masyarakat, mulai siang nanti, untuk menghindari kawasan Jalan MH Thamrin, kawasan DPR/MPR, dan Tugu Proklamasi supaya tidak terjadi kemacetan," imbau dia.

Dia berharap tidak terjadi kemacetan imbas demo. Di lain sisi, Sambodo juga ingin demo hari ini tidak disusupi oleh kelompok yang menginginkan kerusuhan. Sambodo mengultimatum kelompok anarko tersebut.

"Kepada mereka, kami peringatkan untuk tidak melakukan lagi (kerusuhan). Kita akan mengamankan supaya kelompok tersebut tidak menunggangi demokrasi unjuk rasa yang sedang berlangsung," tutur dia. (OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Cek Prokes Polisi Jakbar Justru Temukan Delapan Pengguna Narkoba

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:41 WIB
13 orang yang dites, delapan diantaranya positif menggunakan narkoba. Meski demikian, polisi tak menemukan adanya narkoba di...
ANTARA/Adi Wirman

Dirum RS Ummi Sebut Hasil Tes Usap Rizieq Positif Covid-19 Hoaks

👤Dede Susianti 🕔Rabu 02 Desember 2020, 20:33 WIB
Harapan persoalan tidak berlanjut, karena pihaknya beranggapan sudah menjadi salah satu komitmen yang disampaikan oleh Wali Kota Bogor Bima...
AFP

Positif Covid-19 di Jakarta Bertambah 1.166 Kasus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 02 Desember 2020, 19:50 WIB
Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 157.233. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya