Rabu 21 Oktober 2020, 15:56 WIB

DPRD DKI Sesalkan Pelajar STM Terlibat Rusuh Demo UU Cipta Kerja

Hilda Julaika | Megapolitan
DPRD DKI Sesalkan Pelajar STM Terlibat Rusuh Demo UU Cipta Kerja

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Masa membubarkan diri menghindari gas air mata yang ditembakkan oleh petugas saat melakukan aksi tolak Undang-undang Cipta Kerja di Gambir.

 

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI-P, Gilbert Simanjuntak, menyesalkan keterlibatan pelajar STM yang menimbulkan kericuhan saat demonstrasi penolakan UU Omnibus Law. Ia menilai anak-anak pelajsr seharusnya dengan tegas tidak diperbolehkan berdemo.

"Kita sangat menyesalkan anak-anak sekolah ikut demo. Sejak dulu anak-anak tidak diperbolehkan ikut demo. Pernyataan Gubernur Anies yang mengatakan anak-anak boleh ikut demo sangat disesalkan juga," kata Gilbert saat dihubungi, Rabu (21/10).

Baca juga: PSBB Transisi Berpotensi Meningkatkan Paparan Covid-19

Selain itu, anak-anak pelajar dinilainya merupakan usia yang rentan untuk dimanfaatkan. Sehingga mereka mudah sekali diprovokasi karena tingkat emosional mereka belum stabil juga.

"Di samping itu anak-anak sangat mudah dimanfaatkan, emosi mereka juga belum dewasa dibandingkan mahasiswa. Melibatkan anak-anak STM lebih banyak sepertinya by design," duganya.

Sehingga ia meminta Gubernur Anies Baswedan untuk tegas mengecam keterlibatan pelajar saat berdemo.

"Seharusnya dikecam demo yang melibatkan anak sekolah. Bukan mengatakan bahwa mereka perlu mendalami kepedulian bangsa dengan berdemo. Di negara manapun itu tidak ada. Student politic hanya untuk mahasiswa," tegasnya.

Polisi diketahui masih mengejar seorang penggerak pelajar sekolah teknik menengah (STM) yang memprovokasi kerusuhan saat demo penolakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10). Dia adalah admin akun Facebook STM se-Jabodetabek. "Iya masih kita kejar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (21/10).

Baca juga: Ini Alasan DPRD DKI Bahas APBD-P 2020 di Grand Cempaka Bogor

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono sebelumnya mengatakan ada tiga admin akun Faceboook STM se-Jabodetabek yang menggerakkan pelajar untuk membuat kerusuhan pada demo penolakan UU Ciptaker. Dua diantaranya berinisial MLAI, 16 dan WH, 16 sudah ditangkap.

"Satu lagi masih kita kejar," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (20/10). (OL-6)

Baca Juga

ANTARA/Fakhri Hermansyah

Simulasi Penanganan Banjir Digelar di Kalimalang

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 24 Januari 2021, 07:18 WIB
"Simulasi antisipasi banjir dilakukan di Cipinang Melayu karena di sini termasuk daerah langganan banjir. Maka, kita lakukan simulasi...
MI/Kisar Rajagukguk

Krisis Lahan Pemakaman Jenazah Covid Bukan Hanya di Jakarta

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 24 Januari 2021, 00:50 WIB
WAGUB DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan, masalah krisis lahan pemakaman jenazah pasien Covid-19 bukan hanya di Ibu Kota, melainkan...
dok.mi

RSUD Depok Tak Bisa Lagi Tampung Pasien Covid-19

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 23:45 WIB
RSUD Kota Depok sudah terisi penuh pasien positif covid-19 dengan gejala berat. Warga diminta disiplin protokol kesehatan dan jangan ...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya