Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGGI air muka (TMA) Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa naik. Hingga pukul 18.20 wib ketinggian air melampaui dua meter tepatnya 250 centimeter.
Berdasarkan informasi dari penjaga Bendung Katulampa dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, kenaikan terjadi karena di kawasan hulu hujan. Dalam kurun waktu satu jam air langsung naik hingga statusnya siaga satu.
Kronoligis kenaikan TMA Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa dari BPBD Kota Bogor, pukul 17.00 wib 0, dengan kondisi gerimis.
Kenaikan terjadi mulai pukul 17.49 wib. TMA naik ke angka 40 centi meter dengan kondisi gerimis dan statusnya siaga 4. "Air naik, karena kondisi di hulu, Puncak hujan,"kata Andi Sudirman, penjaga Bendung Katulampa, Senin (21/9) malam.
Kemudian, hanya berselang 12 menit atau tepat pukul 17.53, ketinggian air naik lagi ke angka 120 centi meter. Statusnya pun berubah menjadi siaga tiga dan kondisi di sekitar hujan.
Selang lima menit atau pukul 17.58 wib, air naik lagi ke 170 centi meter dan terus naik. Pada pukul 18.04, ketinggian naik ke 200 centi meter. Statusnya langsung naik menjadi siaga dua.
Karena hujan terus turun, ketinggian kembali naik. Pada pukul 18.10 wib, TMA 220 centi meter, terus pada pukul 18.17 wib naik menjadi 240 centimeter. Puncaknya pada pukul 18.18 wib, TMA naik menjadi 250 centi meter. Statusnya pun menjadi siaga 1.
BPBD Kota Bogor, pun mengeluarkan himbauan antisipasi bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran bantaran aliran Sungai Ciliwung yang berada di 13 kelurahan wilayah, di Kota Bogor.
Ke-13 kelurahan itu yakni, Sindangrasa, Tajur, Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar,Sempur,Tanah Sareal,Bantarjati, Cibuluh, Kedung Badak, Sukaresmi dan Kedung Halang. (OL-13)
Baca Juga: Bogor Lebih Dulu Hujan, DKI Harus Waspadai Banjir Kiriman
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis Luana yang terpantau bergerak di selatan perairan Indonesia.
Selain Jakarta, wilayah penyangga juga diprediksi akan mengalami cuaca basah.
PERUMAHAN Grand Texpia, Kecamatan Ciasem, Pantura Subang, masih terendam banjir meski ketinggian air mulai berkurang.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih ada 1.600 warga di Jakarta yang mengungsi akibat banjir.
Banjir di Kabupaten Kudus hingga Minggu (25/1) juga masih merendam 9 desa di 4 kecamatan antara lain Desa Karangrowo, Ngemplak, Tanjungkarang, Jetiskapuan, Jati Wetan, Payaman.
Perpanjangan dilakukan karena masih adanya wilayah terdampak banjir serta tingginya potensi bencana susulan.
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved