Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selama 14 hari ke depan, dimulai hari ini, pembatasan ketat seperti pembatasan di awal pandemi resmi diberlakukan.
Sebanyak 11 sektor esensial tetap dizinkan beroperasi dengan protokol kesehatan yang ketat dan pembatasan 50% karyawan. Adapun ke-11 sektor tersebut di antaranya, kesehatan, bahan pangan/makanan/ minuman, energi, komunikasi dan teknologi informatika, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, dan industri strategis.
Ada pula pembatasan operasional perkantoran selama masa PSBB yang berlaku, baik bagi kantor pemerintahan (PNS) maupun swasta, yakni sebesar maksimal 25% pegawai.
Di bidang lalu lintas, Anies menghapus kebijakan ganjil-genap di Jakarta selama masa PSBB. Hal itu dikatakan untuk mendukung pembatasan lalu lintas dalam rangka menekan penyebaran kasus covid-19.
Pakar epidemiologi Universitas Gadjah Mada Bayu Satria Wiratama menilai kebijakan pemberlakuan kembali PSBB di DKI merupakan keputusan tepat. Apalagi kondisi di Jakarta tengah mengalami lonjakan kasus covid-19 cukup tinggi dan banyak rumah sakit yang kapasitasnya dilaporkan mulai penuh.
Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan PSBB kali ini tidak ‘setengah hati’, agar saat PSBB kelak dibuka kembali, tidak terjadi peningkatan kasus. “Dalam situasi ini PSBB tepat dilakukan. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar ketat. Terutama mobilitas antarwilayah yang masuk ke Jakarta dari daerah lain dan pembatasan aktivitas yang bergerombol lebih dari dua orang,” kata Bayu, kemarin.
Di samping itu, PSBB juga harus dipersiapkan secara matang. Pasalnya, pemberlakukan PSBB memiliki konsekuensi ekonomi dan sosial yang tinggi. “PSBB punya beban berat ke ekonomi dan psikologis. Jadi, perlu dipikirkan benar-benar.”
Agar berjalan efektif, Bayu berpendapat PSBB DKI harus didukung pula oleh pembatasan di daerah penyangga Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi dengan PSBB yang tidak setengah-setengah pula.
Menyesuaikan
Saat menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Emil mengaku akan melakukan penyesuaian. Namun, pihaknya menegaskan tidak akan melakukan PSBB ketat. Emil mengatakan bahwa Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) pun akan menyesuaikan dengan kebijakan Ibu Kota. “Apa pun yang diputuskan DKI Jakarta, Jawa Barat di zona Bodebek ini akan menyesuaikan. Tapi, definisi menyesuaikan itu bukan berarti jawabannya pengetatan PSBB juga, karena di Jawa Barat selama ini sudah melakukan pem- batasan sosial berskala mikro, dan itu efektif,” kata Emil, kemarin.
Terkait mulai berlakunya PSBB di Ibu Kota, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menyatakan Bareskrim Polri berencana melakukan tindakan hukum terhadap pelanggar protokol kesehatan covid-19. Upaya itu dilakukan sebagai upaya memutus rantai penularan korona di Indonesia yang masih tinggi.
“Polisi telah melaksanakan operasi yustisi untuk menegakkan disiplin protokol covid-19. Namun, jika operasi yustisi belum efektif, polisi akan menerapkan hukum sesuai ketentuan UU,” cetus Gatot.
Gatot juga mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Menko Polhukam Mahfud MD, terkait penegakan hukum pelanggar protokol covid-19. Adapun Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana, menyatakan akan memulai operasi yustisi saat PSBB dimulai, yakni hari ini.
Kasus positif covid-19 di DKI dilaporkan terus bertambah. Hingga kemarin, sudah 53.761 warga Ibu Kota yang positif covid-19. Menurut Gubernur, PSBB diputuskan merespons penambahan kasus selama dua pekan pertama September yang meningkat 49% dan jumlah kematian 14%. (Aiw/Ykb/X-6)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved