Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Anies Berencana Satukan PPDB Negeri dan Swasta

Insi Nantika Jelita
20/7/2020 09:18
Anies Berencana Satukan PPDB Negeri dan Swasta
Sejumlah guru mengikuti senam secara virtual bersama para murid di SD Yasporbi I Pancoran, Jakarta.(ANTARA/Rivan Awal Lingga)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan berencana merombak pendidikan, khususnya pada sekolah swasta. Pihaknya menyebut bakal ada regulasi yang menyatukan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI untuk sekolah negeri dan swasta.

"Ini PR besar, bukan tidak mungkin langkah drastis dilakukan, mulai dari merger. Saya membayangkan nanti PPDB itu adalah PPDB negeri dan swasta sebagai satu kesatuan, policy-nya terintegrasi," ungkap Anies dalam tayangan Youtube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (19/7).

Rencana tersebut, kata Anies, agar para calon peserta didik memiliki opsi yang lebih luas lagi dalam mendaftar sekolah. Pihaknya bakal mendorong kualitas sekolah swasta di Ibu kota.

Baca juga: Siswa DKI yang tidak Diterima di Sekolah Negeri Sebanyak 126.011

Upaya itu, sebutnya, agar ada persamaan sekolah negeri dengan sekolah swasta yang selama ini fokus warga hanya kepada sekolah negeri dalam PPDB.

"Jadi, nanti Dinas Pendidikan siapkan saja untuk ke depan improvement kualitas di sekolah swasta, sekaligus sebagai bentuk pertanggungjawaban kita. ketika kita mengatakan bahwa akses dibuat equal, maka dibuat equal quality-nya, kalau tidak equal menjadi enggak fair," kata Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

DKI pun berencana membantu uang pangkal kepada 85.508 siswa yang tidak lolos sekolah negeri alias masuk ke sekolah swasta. Data tersebut diambil dari hasil padanan data antara data PPDP yang tidak diterima di negeri dengan data bansos.

Diketahui, uang pangkal sekolah swasta pada tingkat SD, DKI mencatat sebanyak Rp1 juta untuk tiap individu, lalu untuk tingkat SMP biaya uang pangkal sebesar Rp1,5 juta dan tingkat SMA/SMK sebesar Rp2,5 juta.

"Sudah kasih semua yang masuk uang swasta, uang pangkalnya dibantu Rp 1 juta, 1.5 juta, 2.5 juta, semuanya. Rakyat kita juga merasa tenang, enggak perlu ngurus surat miskin macam-macam," pungkas Anies. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya