Kamis 09 Juli 2020, 12:15 WIB

Sanksi Larangan Kantung Belanja Plastik Tidak Menyasar Konsumen

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Sanksi Larangan Kantung Belanja Plastik Tidak Menyasar Konsumen

MI/ANDRI WIDIYANTO
pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar rakyat tidak boleh menyediakan kantong plastik sekali pakai

 

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan sanksi administratif pelanggaran implementasi Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) tidak menyasar konsumen atau pembeli. Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No. 142 tahun 2019 tentang kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) melarang pusta perbelanjaan, pasar rakyat, dan toko swalayan menyediakan kantung belanja berbahan plastik dan harus menyediakan KBRL yang dijual secara bebas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan sanksi administrasi hanya dibebankan kepada tiga subjek hukum yang diatur dalam Pergub DKI Jakarta No. 142 Tahun 2019,  yaitu pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar rakyat.

"Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli. Sanksi kepada pengelola pun lebih bernuasa pembinaan dan diberikan secara bertahap," ungkap Andono, Kamis (9/7).

Andono menjelaskan kebijakan KBRL tujuannya untuk memastikan kota Jakarta semakin bersahabat terhadap lingkungan hidup dan kegiatan-kegiatan di masyarakat tidak menghasilkan residu.

Baca juga: Dalam Sehari, Polda Metro Terima 3 Laporan Temuan Mayat Bayi

Dikatakan Andono, pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata mencari pelanggaran, namun lebih kepada upaya mengubah perilaku. Pasalnya, residu yang tidak bisa didaur ulang menimbukan masalah tidak saja untuk generasi saat ini, namun juga masa depan.

"Tujuannya bukan menambah pendapatan DKI dengan menemukan pelanggar, tetapi tujuannya mengubah perilaku agar semua kegiatan menjadi kegiatan yang ramah lingkungan," kata Andono.

Sebelumnya beredar berita bohong atau hoaks ketika petugas merazia pembeli atau konsumen yang membawa tas belanja sendiri.

Beberapa pesan berita bohong yang beredar di antaranya:
- 'Belanja pakai kantong plastik kena denda 250k walau kita bawa dari rumah. Depan toko/mall ada kontrol dari pemda. HATI2!'

- 'Pengecekan, kalo pakai kantong plastik didenda Rp25jt. Jd penjual & pembeli tdk boleh pakai plastik, walau dibawa dari rmh.'

Pesan tidak bertanggung jawab tersebut beredar secara getok tular sejak Senin (6/7) melalui layanan pesan WhatsApp dengan melampirkan foto petugas yang sedang melakukan pengawasan.

"Saya menegaskan bahwa pesan tersebut disinformasi yang dibuat orang tidak bertanggung jawab," kata Andono. (OL-14)

 

Baca Juga

MI/Susanto

Usai Libur Lebaran, Pusat Perbelanjaan Terpantau Sepi Pengunjung

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 21:49 WIB
"Wah, hari Minggu kemarin ramai banget. Puncaknya itu. Ditambah di sini masih ada promo-promo jadi orang pada antre," kata...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kali Pesanggrahan Meluap, Enam RT di Jaksel Banjir

👤Selamat Saragih 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:30 WIB
Adapun permukiman yang terendam air merupakan dataran rendah yang dekat dengan bantaran Kali...
ANTARA/Aprillio Akbar

BKD DKI Sebut tak ada ASN DKI Langgar Peraturan Mudik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 17 Mei 2021, 19:22 WIB
Sejauh ini menurutnya, para ASN mematuhi edaran yang diterbitkan untuk tidak melakukan mudik guna mencegah penularan virus...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Optimalkan Potensi Zakat, Ekonomi Bergerak

Berdasarkan data outlook zakat Indonesia pada 2021 yang dipublikasikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya