Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
Meski ada pelonggaran bertahap aktivitas warga, Wakil Ketua DPRD DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta warga untuk tetap patuh terhadap protokol covid-19. Dalam masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB), satu per satu kegiatan atau tempat mulai berjalan kembali.
"Warga harus tetap disiplin. Saya kira itu jika warga disiplin, kurva covid-19 tidak naik," kata Taufik, Kamis (4/6).
Dalam masa transisi PSBB, kata Politikus Gerindra itu, pelonggaran memang dibutuhkan untuk memulihkan perekonomian yang terpuruk selama pembatasan. Namun, hal itu harus sejalan dengan pengawasan terhadap warga agar tidak terpapar covid-19 yang bisa menyebabkan terjadinya gelombang kedua penularan virus covid-19.
"Pilihannya kan kesehatan yang berdampak pada ekonomi sebab ekonomi memengaruhi betul kondisi warga Jakarta. Jadi, keduanya harus diperhatikan. DKI drop 55% (pendapatannya). Gak ada pembangunan. Oleh karena itu, kesehatan tetap diperhatikan," jelas Taufik.
Baca juga: Anak-anak dan Ibu Hamil Dilarang Masuk Taman Kreasi dan Ragunan
Secara perlahan, katanya, sektor-sektor usaha atau bidang lainnya dibuka dengan menerapkan protokol covid-19 yang ketat. Warga tidak boleh bebas beraktivitas dalam masa transisi kali ini.
"Sektor ekonomi secara perlahan mulai jalan. Pembatasannya tidak disetop. Cuma harus perhatikan protokol kesehatan. Misalkan kapasitas yang biasa 50 dipotong jadi 25. Begitu juga di tempat usaha makan. Meja makan diatur," kata Taufik.
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menetapkan perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 4. Ini sekaligus menjadi masa transisi fase 1.
Sejumlah sektor dan kegiatan yang sebelumnya dilarang saat PSBB, akan kembali diizinkan selama masa transisi. Namun, Anies membagi pembukaan sejumlah sektor dalam beberapa termin. Tujuannya agar masa transisi berlangsung efektif dan pengelola dapat menyesuaikan protokol yang diwajibkan. (OL-14)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Presiden Joko Widodo mengaku bingung dengan banyaknya istilah dalam penangan covid-19, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar hingga Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.
Demi membantu UMKM untuk bangkit kembali, influencer Bernard Huang membuat gerakan yang diberi nama PSBB atau Peduli Sesama Bareng Bernard dii Kota Batam.
Kebijakan itu juga harus disertai penegakan hukum yang tidak tebang pilih, penindakan tegas kepada para penyebar hoaks, dan jaminan sosial bagi warga terdampak.
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.155 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 6.934 positif dan 13.221 negatif.
Untuk menertibkan masyarakat, tidak cukup hanya dengan imbauan. Namun harus dibarengi juga dengan kebijakan yang tegas dalam membatasi kegiatan dan pergerakan masyarakat di lapangan.
Epidemiolog UI dr.Iwan Ariawan,MSPH, mengungkapkan, untuk menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia, sebenarnya dibutuhkan PSBB seperti tahun 2020 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved