Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejak 10 April hingga hari ini, warga DKI diminta untuk tetap di rumah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Namun, menjelang lebaran, warga terlihat berkerumun di pasar-pasar atau tempat lainnya.
Kepala Ombudsman Perwakilan Jakarta Teguh P Nugroho menyebut alasan banyaknya warga yang tidak patuh terhadap aturan PSBB itu melewati batas psikologis warga dan desakan ekonomi masyarakat.
"Kelas menengah sudah sampai di puncak kebosanan di saat pemerintah pusat terus inkonsisten dengan kebijakan mereka dan membuat kelas menengah frustasi dan merasa WFH (work from home) mereka sia-sia," jelas Teguh, Jakarta, Jumat (22/5).
Dampak PSBB tersebut membuat jumlah warga yang mendadak miskin meningkat. Bantuan sosial (bansos) dari pemerintah, ungkap Teguh, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama berminggu-minggu.
"Mau tidak mau harus mencari nafkah, karena bansos sudah tidak cukup. Sejauh ini kurva covid-19 belum menunjukkan angka yang sebenarnya. Bisa saja kita nyatakan besok melandai, data bisa dibuat melandai, tapi perut warga tidak bisa menunggu lama," ujar Teguh.
Baca juga: Pascabentrokan di Kranji, Polisi Periksa Lima Saksi
Selain itu, faktor lainnya yang menyebabkan warga tidak patuh terhadap PSBB di DKI ialah ketidaktegasan pemerintah pusat dalam membendung arus warga yang pergi mudik. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 H, tidak efektif.
"Salah satu ini faktor penghambat PSBB Jakarta adanya intervensi kebijakan pusat yang membuat warga bukan saja di Jakarta, tapi daerah zona merah lainnya frusttasi kapan covid-19 ini berakhir. Ini menyebabkan kepatuhan warga menurun," kata Teguh.
"DKI sepertinya tetap melakukan PSBB supaya memiliki alasan lebih kuat untuk menapis warga luar pas arus balik nanti," pungkasnya. (OL-14)
Ketegasan yang tidak konsisten dapat merusak iklim investasi dan menimbulkan ketidakpastian dunia usaha.
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segel tiga toko Tiffany & Co di Jakarta terkait dugaan penyelundupan dan praktik underinvoicing impor barang mewah.
EKOSISTEM olahraga di Jakarta disebut memiliki potensi untuk mendukung DKI sebagai salah satu destinasi sport tourism global. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
APUDSI adakan Rakernas & HUT ke-1 di Jakarta, fokus konsolidasi ekonomi desa, digitalisasi produk, dan penguatan ketahanan nasional.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) menyebut bahwa laporan terkait sengketa tanah Jimbaran telah diselesaikan sesuai mekanisme kelembagaan.
Dokumen tersebut mencakup kajian mendalam mengenai Pengelolaan Sampah di Kota Sorong dan Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Selain sistem pembayaran, evaluasi juga menyentuh aspek kenyamanan penumpang yang mengantre atau menunggu di stasiun.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menilai komunikasi pemerintah kepada masyarakat masih belum konsisten lantaran warga di Sumatera Barat belum memperoleh informasi.
Reformasi Polri tidak hanya menyasar aspek kelembagaan, tetapi juga budaya kerja, kualitas pelayanan, dan integritas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved