Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta meragukan pernyataan Gubernur Anies Baswedan yang mengklaim menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk penanganan Covid-19.
Menurut PSI, berdasarkan situs dashboard-bpkd.jakarta.go.id, realisasi pendapatan sebesar Rp 15,7 triliun, sedangkan belanja Rp 12,7 triliun. Oleh karena itu, dana yang tersedia sekitar Rp 3 triliun.
“Dari uang sekitar Rp 3 triliun yang tersedia saat ini, harus dikurangi untuk gaji pegawai dan biaya operasional. Dari mana hitungan Rp 5 triliun itu? Saya mohon Pak Gubernur bicara sesuai fakta, jangan memberi informasi yang keliru kepada masyarakat,” ujar Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Viani Limardi, dalam keterangan resminya, Jakarta, Senin (11/5).
Viani menyebut, pada 2 April Anies mengklaim telah mengalokasikan Rp 3 triliun untuk penanganan covid. Sementara, berdasarkan Pergub 28 tahun 2020 (26 Maret 2020), anggaran penanganan Covid-19 yang telah tersedia sebesar Rp 1 triliun di pos belanja tidak terduga (BTT).
“Untuk anggaran yang Rp 3 triliun saja belum bisa dipenuhi, tapi kok berani mengklaim sudah menyediakan Rp 5 triliun. Kalau benar sudah disediakan anggaran Rp 5 triliun, mana Pergub-nya?"jelas Viani.
Menurutnya, anggaran Rp5 triliun itu semakin tidak masuk akal, karena sampai saat ini Pemprov DKI belum bisa menjelaskan rincian kegiatan yang akan dialihkan untuk penanganan covid-19.
Apalagi, katanya, diperkirakan APBD 2020 akan defisit sekitar Rp 40 triliun, sehingga ruang anggaran yang tersedia semakin sempit. Oleh karena itu, Pemprov DKI harus melakukan efisiensi besar-besaran.
“Efisiensi anggaran harus lebih agresif lagi jika ingin menambah dana penanganan covid-19 dari Rp 1 triliun menjadi Rp 5 triliun. Sayangnya, belum ada tanda-tanda pemotongan atau penghapusan beberapa pos anggaran yang tidak mendesak, seperti pembebasan tanah untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan pembangunan trotoar,” tukas Viani.
Viani mengatakan, menurut situs apbd.jakarta.go.id, kegiatan pengadaan tanah di Dinas Pertamanan dan Hutan Kota senilai Rp 1,5 triliun. Sementara itu, pembangunan trotoar di Dinas dan Suku Dinas Bina Marga sebesar Rp 1,2 triliun. Total keduanya Rp 2,7 triliun.
Melalui surat nomor 161/-1.713 tanggal 20 April 2020, Gubernur DKI Jakarta memberitahukan rincian kegiatan yang dipotong atau dihapus. Di dalamnya, pengadaan tanah RTH hanya dipotong Rp 25 miliar. Sedangkan pembangunan trotoar tidak ada pemotongan sama sekali.
“Jika Pemprov DKI benar-benar ingin menyediakan Rp 5 triliun untuk penanganan covid-19, maka Pak Gubernur harus berani menghapus anggaran pengadaan tanah dan pembangunan trotoar. Lumayan banget kalau uang Rp 2,7 triliun itu bisa dialihkan untuk insentif ekonomi dan bansos,” pungkas Viani. (OL-4)
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Pramono mengatakan perayaan akan digelar di delapan titik bersama Forkopimda, dengan pusat kegiatan di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
"Ini merupakan solidaritas saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana banjir di wilayah Sumatra,"
LIGA Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) menyerukan penguatan solidaritas dan persatuan umat Islam di tengah tantangan global saat ini.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
JEMAAT gereja JKI-GKPR menggelar kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Karena Doa, Kota Depok, Sabtu (11/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial
Melibatkan anak-anak Indonesia dalam aksi solidaritas bukan sekadar bentuk simpati, tetapi juga sarana pendidikan karakter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved