Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KRITIKAN bertubi-tubi soal bantuan sosial dari jajaran menteri Presiden Joko Widodo kepada Gubernur Anies Baswedan perlu ditanggapi serius.
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut, pemprov harus memastikan data penerima bansos tahap kedua tidak saling tumpang tindih. Pasalnya, ada penambahan jumlah Kepala Keluarga (KK) penerima bansos selanjutnya.
"Saya telah meminta Pemprov DKI untuk memperbaiki data penerima bantuan sosial. Perlu diselaraskan dengan data yang valid tanpa adanya duplikasi," ungkap Prasetyo dalam cuitanya di akun @PrasetyoEdi_, Jakarta, Jumat (8/5).
Adanya penyelarasan data antara pemerintah daerah dengan pusat, kata Prasetyo, untuk mencegah terulangnya salah sasaran distribusi di lapangan saat membagikan paket sembako ke warga.
Seperti diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Media Indonesia ada beberapa kejadian salah sasaran pemberian bansos tahap pertama. Misalnya, dikembalikannya 22 paket sembako oleh warga mampu yang tinggal di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Baca juga : Wagub : Puncak Pandemi Covid-19 Belum Terjadi di Jakarta
Lalu 500 paket sembako yang juga dikembalikan oleh warga Cilandak Barat. Karena saat penyaluran, warga ada yang pindah atau meninggal dunia.
"Jika perlu jalin komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat agar seluruh bantuan diberikan tepat sasaran. Sebab, sudah kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan warga berkategori miskin dan rentan miskin," jelas Politikus PDI Perjuangan itu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan, ada permasalahan pada data penerima bantuan sosial (bansos) dari pemda DKI dan pemerintah pusat. Dari tidak sinkron sehingga terjadi tumpang tindih pada saat penyaluran bantuan.
“Masalahnya di akurasi data, meski sebagian besar sudah akurat, tetapi belum sinkron sehingga masih ada yang tumpang tindih. Mestinya sudah ada pemisahan mana keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima Bansos dari Pemda DKI dan mana yang dari Banpres Kemensos,” kata Muhadjir kepada Media Indonesia, Kamis (7/5). (OL-7)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved