Kamis 07 Mei 2020, 18:10 WIB

Dua Minggu Larangan Mudik, Pelanggar Tetap Diminta Balik Arah

Tri Subarkah | Megapolitan
Dua Minggu Larangan Mudik, Pelanggar Tetap Diminta Balik Arah

Antara/Nyoman Hendra
Polisi di Badung, Bali memeriksa trus barang untuk mengecek ada pemudik atau tidak (2/5)

 

Larangan mudik Idul Fitri tahun ini sudah memasuki hari ke-14. Kebijakan tersebut dilakukan oleh kepolisian dalam Operasi Ketupat 2020 yang digelar mulai Jumat (24/4) hingga H+7 Idul Fitri. Pemerintah melarang mudik tahun ini untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Sampai sejauh ini, pihak kepolisian masih memberlakukan tindakan persuasif dan humanis kepada para pelanggar mudik. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adisaputra.

"Hingga saat ini kita masih berlakukan tindakan persuasif dan humanis, yakni diminta untuk kembali ke Jakarta atau ke rumah masing-masing," kata Asep, Kamis (7/5).

Namun, lanjutnya, yang melanggar ketentuan lalu lintas diberikan tilang.

Baca juga: Pungli Larangan Mudik, Petugas Nekat akan Dipecat

Pernyataan Asep tersebut secara tidak langsung menganulir pernyataannya pada Jumat (24/7). Saat itu, Asep mengatakan bahwa penegakan hukum bagi para pemudik Lebaran 2020 akan dilakukan mulai hari ini.

"Nanti, dari 7 Mei sampai hari Minggu 31 Mei 2020, akan diberlakukan penegakan hukum kepada masyarakat yang melanggar ketentuan yang diminta untuk berbalik kanan sesuai dengan sanksi yang berlaku," kata Asep di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (24/4).

Terpisah, Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Benyamin menegaskan bahwa sanksi putar balik kendaraan para pemudik adalah sanksi maksimal.

"Tidak ada proses hukum, yang ada penindakan putar balik kendaraan. Itu sudah maksimal, tidak ada yang lebih berat dari itu," tandas Benyamin.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga mengatakan pihaknya menggunakan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bagi oknum jasa layanan mudik.

"Penindakan itu kita lakukan kalau memang ada pelanggaran lalu lintasnya. Misalnya, travel plat (nomor polisi) hitam yang bawa penumpang, truk yang bawa penumpang, berarti kan itu kendaraan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, kita tindak, kita tilang," ujar Sambodo. (OL-14)

Baca Juga

ANTARA/GALIH PRADIPTA

Hampir Kolaps, PHRI DKI Minta Ada Keringanan Beban Pajak

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 17 Januari 2021, 19:45 WIB
Pasalnya hotel dan restoran menjadi subsektor yang paling terpuruk akibat pandemi covid-19. Bahkan diperkirakan menjadi yang paling...
Facebook Raffi Ahmad

Kasus Raffi Langgar Prokes akan Dirilis di Polda Metro Jaya?

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 19:31 WIB
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Aziz Andriansayah mengatakan kasus tersebut nantinya akan disampaikan langsung oleh Polda Metro...
1MI/Susanto

Polisi Tangkap Belasan Pemalsu Surat Tes PCR

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 18:54 WIB
Sindikat pemalsuan surat hasil tes PCR diamankan tim gabungan dari Polresta Bandara Soetta, Kemenhub dan TNI. Adapun identitas pelaku...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya