Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEGAWAI Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok mengeluhkan uang lembur percepatan penanganan korona atau covid-19 tidak dibayar.
" Sudah dua lebih bulan ini uang lembur tak cair-cair. Sejatinya bulan lalu uang lembur tersebut sudah kami terima dan bisa digunakan, " kata salah satu pejabat eselon III kepada Media Indonesia, Minggu (3/5).
Pejabat itu menjelaskan sejak pendemi covid- 19 tanggal 11 Maret 2020 sampai dengan sekarang 3 Mei 2020 terpaksa merogoh kantong untuk membiayai kebutuhan sehari-hari karena terlambatnya pembayaran uang lembur khusus percepatan penanganan covid-19.
Menurut dia, pekerjaan lembur tersebut dilaksanakan di beberapa titik di 63 kelurahan, terutama dilokasi paling rawan pendemik Covid-19.
" Sudah kami tanyakan berkali-kali kepada Badan Keuangan Daerah dan Aset (BKD-A) Kota Depok. Tapi jawabnya selalu saja nanti, besok, nanti besok dan lusa gitu terus, " ungkapnya.
Baca juga :Ombudsman Ingatkan Wali Kota Depok Fokus Tanggani Covid-19
Tak sabar dengan janji-janji tersebut Pegawai DPKP mengadukannya ke pimpinan DPRD Kota Depok.
Ketua II DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo berjanji segera menghubungi Kepala BKD-A Kota Depok mempertanyakan uang lembur pegawai DPKP yang belum dibayarkan tersebut.
Menurut Hendrik, uang lembur itu di bayar per jam. Dalam sehari mereka boleh lembur tiga sampai empat jam. Per jamnya Rp20 ribu berarti RP60 ribu-Rp80 ribu sehari.
Dari awal ditemukannya kasus virus covid-19 di Kota Depok anggaran tersebut duda ada. Namun mereka tidak menerima jatah uang lembur yang totalnya sekitar Rp300.000.
"Disituasi saat ini uang Rp10 ribu sangat berharga buat masyarakat. Apalagi mereka yang setisp hari bekerjs fan turun langsung lapangan, " ucapnya.
Kepala BKD-A Kota Depok Nina Suzana dikonfirmasi lewat telpon tidak dijawab. Pesan whatsaap tak dibalasnya. (OL-2)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved