Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
APARAT kepolisian membubarkan kerumunan massa di berbagai daerah guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya social dan physical distancing dalam rangka meminimalkan penyebaran virus korona (Covid-19). Pembubaran kerumunan tersebut, diklaim Polda Metro Jaya, dilakukan dengan cara persuasif dan humanis.
"Masih kita tegur, bubarkan secara persuasif dan humanis," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarkat PMJ Kombes Yusri Yunus kepada Media Indonesia, Selasa (31/3).
Baca juga: 11 Pasien Covid-19 di Jakbar Sembuh
Yusri mengatakan, belum ada warga yang diproses secara hukum akibat melawan petugas saat dibubarkan. Namun, ia menegaskan apabila ada yang melakukan perlawanan, dapat dijerat dengan Pasal 212, 216, dan 218 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.
Dihubungi terpisah, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengatakan pendekatanan humanis yang dilakukan polisi dibutuhkan untuk menghindari penilaian represif tehadap institusi Polri.
"Agar polisi tidak dicap represif dan malah menimbulkan perlawanan bagi yang masih belum sadar akan bahaya Covid-19," jelas Poengky.
Adapun sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin telah memilih langkah pembatasan sosial berskala besar ketimbang karantina wilayah. Menyikapi hal tersebut, Poengky berharap, agar Polri dapat mengedepankan fungsi Intelijen dan keamanan sebagai deteksi dini untuk pencegahan serta fungsi Sabhara dan Binmas untuk melakukan pengarahan persuatif dan patroli pencegahan.
"Dengan berjalannya fungsi Intelkam, Sabhara dan Binmas, maka tugas Polri akan dapat terlaksana dengan baik dan masyarakat juga memperoleh penyadaran," ujar Poengky.
Baca juga: Presiden Jokowi tidak Restui Karantina Wilayah Jakarta
Selain itu, Poengky juga meminta agar skala patroli yang dilakukan oleh Polri untuk membubarkan kerumunan lebih ditingkatkan.
"Penyadaran ke masyarakat harus lebih ditingkatkan dengan bekerja sama dengan kementerian atau lembaga terkait di tingkat pusat dan dengan pemerintah daerah serta instansi terkait di tingkat daerah," pungkasnya. (OL-6)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Epidemiolog Dicky Budiman sempat menyampaikan saran penambahan armada bus TransJakarta untuk mengurangi kerumunan di halte akibat kebijakan ganjil-genap.
Otoritas kesehatan Korea Selatan memperingatkan pada Jumat (21/8)) bahwa akan ada penambahan infeksi covid-19 di Seoul.
Angka penambahan kasus positif covid-19 bertambah. Namun angka sembuh juga bertambah. Masysrakat diminta untuk waspada dengan mematuhi protokol kesehatan saat beraktifitas
RAPID dan swab test massal di lingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Pati, Jawa Tengah mendapati enam orang camat positif Covid-19.
Sejak pandemi mewabah, tempat-tempat hiburan harus tutup membuat pengusaha maupun karyawan tak memiliki penghasilan.
Sejumlah daerah di Spanyol memperketat aturan social distancing dan langkah-langkah kebersihan menyusul 2.050 kasus covid-19 baru didiagnosis pada akhir pekan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved