Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Anies: 283 Warga Jakarta Meninggal Selama Merebaknya Covid-19

Putri Anisa Yuliani
30/3/2020 18:52
Anies: 283 Warga Jakarta Meninggal Selama Merebaknya Covid-19
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo(ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)

SEBANYAK 283 warga di Jakarta meninggal dunia sejak 6 Maret saat covud-19 mulai merebak hingga 29 Maret. Sebanyak 283 warga yang meninggal ini harus menggunakan prosedur tetap (protap) penguburan jenazah penyakit menular.

Padahal sampai saat ini hanya 48 kematian yang bisa dipastikan karena sudah dinyatakan positif covid-19 dari hasil pemeriksaan laboratorium. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menilai kondisi Jakarta saat ini sudah memprihatinkan karena angka kematian yang cukup tinggi.

Untuk itu, ia pun mengimbau agar masyarakat benar-benar melakukan berbagai pencegahan secara serius, seperti menerapkan physical distancing.

"Artinya ini mungkin mereka yang belum sempat dites atau sudah dites tapi sudah meninggal sebelum hasilnya keluar karena itu tidak bisa disebut positif. Ini menggambarkan situasi Jakarta amat mengkhawatirkan. Karena itu saya benar-benar mengimbau ini bukan angka statistik. 283 ini bukan saja sebuah angka. Mereka bulan lalu sehat masih berkumpul bersama anak mereka, ibu, kakak, dan adik mereka. Ini bisa kita cegah pertambahannya secara serius dengan disiplin menjaga jarak, lindungi diri sendiri dan orang lain," kata Anies di Balai Kota, Senin (30/3).

Baca juga: 8.763 Orang Terdaftar jadi Relawan untuk Tangani Covid-19

Ia pun kembali mengimbau agar warga bersama ketua RT, RW, kader PKK dan kader Dasa Wisma turut serta melindungi penduduk yang termasuk dalam kelompol risiko tinggi covid-19.

Ketua RT, RW, PKK, Dasa Wisma diminta mendata penduduk yang termasuk kaum rentan dan mendampinginya agar tidak terinfeksi virus korona. Sebab, pada kelompok rentan, tingkat kematian lebih tinggi.

"Mereka adalah lansia di atas 60 tahun, penyandang penyakit berat jantung, paru-paru, diabetes, hipertensi, kanker. Mereka bertugas identifikasi di lingungannya lalu secara khusus sosialisasi penularan. Karena ada sebagian lansia tinggal sendirian. Di situ harus ada pendampingan khusus ketua RT an RW agar bisa bertahan tahan tanpa harus banyak keluar rumah," ujar Anies.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya