Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEILANS Kesehatan Masyarakat Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Yeti Utama Dewi mengungkapkan pengalamannya selama berjibaku merawat pasien covid 19. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang menganggap enteng pandemi covid 19.
"Masih banyak yang menyepelekan wabah covid 19 ini, padahal tidak sedikit kami temukan pasien positif yang tak memiliki gejalan sama sekali dan nampak sehat," ujar Yeti dalam akun media sosial Dinas Kesehatan Jakarta, @dinkesdki, Jakarta, Minggu (29/3).
Menjadi garda terdepan dalam memerangi covid 19, Yeti mengatakan ia bersama dokter dan tim laboratorium selalu memberikan respon cepat, kurang dari 24 jama dengan langsung mendatangi setiap pasien tersebut. Baik pasien yang dinyatakan positif, pasien dalam pemantauan (PDP) dan orang dalam pementauan (ODP).
"Masyarakat yang disiplin membatasi aktivitas di luar sangatlah membantu kami," ucap Yeti.
Yeti juga menuturkan, setiap ada laporan data pasien masuk ke kecamatan melalui Dinas Kesehatan, ia dan tim menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dengan mengambil sampel untuk uji swab. Kemudian 14 hari berturut turut lakukan konsultasi individu dengan pasien juga keluarganya, lalu memberikan edukasi tentang karantina mandiri di rumah dan memantau setiap perkembangan dengan cermat.
Jika terjadi penurunan kondisi pasien, Yeti segera berkoordinasi untuk memindahkan ke rumah sakit. Namun, jika keadaan pasien terus membaik, maka akan kembali diambil sampel pada hari ke 14 untuk uji swab guna memastikan hasil negatif dan pasien dalam keadaan sehat. Tanggung jawabnya pun berlanjut hingga tengah malam untuk mereka data data pasien.
baca juga: Kadin DKI: Selama Karantina, Akses Bahan Pokok Tak Boleh Terputus
Pihaknya selalu memastikan setiap pekerjaanya dilakukan sesuai dengan standar prosedur dengan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), meski resiko terpapar covid sangatlah tinggi. Pandemi ini, kata Yeti, sangat cepat dan sulit diprediksi penularannya. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak termasuk semua lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran. (OL-3)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved