Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Resor Metro Jakarta Pusat menetapkan NF, 15, yang membunuh anak berinisial AP berusia 5 tahun sebagai tersangka. Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto.
"Saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Heru saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).
Sebelumnya, pihak kepolisian masih menyematkan status saksi terhadap NF meskipun remaja tersebut sudah menyerahkan diri dan mengaku telah melakukan perbuatannya.
Karena masih di bawah umur, NF akan ditempatkan ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Jakarta. Ia juga mendapatkan pendampingan dari Badan Pemasyarakatan (BAPAS).
Baca juga : Polisi Berhasil Amankan 2 Pengedar Narkoba Kualitas Super
Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
"Asas praduga tak bersalah, asas anak sebagai korban, tiga harus didampingi orangtua atau pengacara, Bapas (Balai Pemasyarakatan) juga, keempat tahanannya beda dengan orang dewasa, dia akan dipisahkan, biasanya kita titipkan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak)," ujarnya.
Sampai saat ini, NF masih menjalani observasi untuk mengingkuti serangkaian tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses observasi dilakukan mulai Senin (9/3) dalam kurun waktu 14 hari kerja. (OL-7)
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Sebuah studi terbaru mengungkap adanya korelasi mengejutkan antara diagnosis kanker dengan peningkatan risiko perilaku kriminal pada pasien.
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Dalam psikologi perkembangan, remaja sedang berada pada fase meningkatnya kebutuhan otonomi.
Salah satu fenomena yang paling sering muncul dari penggunaan media sosial adalah kecenderungan remaja untuk melakukan perbandingan sosial secara ekstrem.
Psikolog klinis ungkap alasan remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial. Ternyata terkait pencarian identitas dan hormon dopamin.
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved