Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra M Taufik membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait hasil survei Indo Barometer yang dikeluarkan pada Minggu (16/2).
Survei tersebut menyatakan mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lebih baik dalam menangani banjir dan macet di Jakarta.
Taufik mengungkapkan survei tersebut memiliki lingkup penelitian lebih kecil, yaitu RW yang lebih sedikit. Jadi, otomatis titik banjir lebih sedikit.
"Fakta itu kan titik banjir lebih sedikit, RW lebih sedikit. Saya ga ngomong lebih baik, tapi lebih sedikit," ujar dia saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Selasa (18/2).
Baca juga: Ini Alasan Indo Barometer Survei Banjir Jakarta di 34 Provinsi
Namun, ia tidak mempermasalahkan hal itu. Pasalnya, survei memang kerap dilakukan.
Sementara itu, Taufik justru tidak melihat ada perbedaan signifikan terkait penyelesaian masalah macet Jakarta. Penambahan rute moda transportasi pun tidak berpengaruh besar.
"Tidak ada bedanya. Yang menangani (macet) apa, busway (Trans-Jakarta)? Kan sama saja," ia menanggapi.
Indo Barometer mengukur tingkat keberhasilan tiga gubernur DKI terakhir dari lima indikator, yakni penanganan banjir, kemacetan, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi warga.
Sebanyak 42% responden menilai Ahok berhasil mengatasi banjir Jakarta. Sebanyak 25% memilih Jokowi, dan Anies hanya dipilih 4,1% responden.
Kemudian, sebanyak 8,3% responden menilai Anies berhasil menangani kemacetan. Sedangkan Jokowi dipilih 35,1%, dan Ahok 35,3%.
Survei Indo Barometer ini dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 34 provinsi. Jajak pendapat ini punya margin of error sebesar 2,83%, dan tingkat kepercayaan 95%.
Waktu pengumpulan data dilakukan mulai 9 Januari hingga 15 Januari 2020 dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Responden survei adalah warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih. (OL-1)
KEHADIRAN mantan Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dianggap dapat menjadi landasan Kejaksaan dalam penanganan perkara Korupsi Pertamina.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok mengatakan selama ia menjabat tak ada laporan temuan dari BPK soal sewa kapal dalam sidang anak Riza Chalid Kerry Adrianto di sidang perkara korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok membantah adanya laporan intervensi Riza Chalid terkait sewa Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) selama dirinya menjabat. Itu disampaikan dalam sidang korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Berkas tersangka sekaligus Kepala BTP Jabagteng Putu Sumarjaya sudah rampung dan siap diadili.
KPK membenarkan salah satu yang ditangkap saat OTT di Semarang ialah Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Semarang Putu Sumarjaya.
Aplikasi Jangkau sendiri merupakan aplikasi bantuan sosial pertama di Indonesia yang menggabungkan fitur donasi dan e-commerce
Kuasa hukum Ahok, Ahmad Ramzy mengatakan kliennya resmi mencabut laporan yang telah dibuat pada 17 Mei lalu.
Saefullah tutup usia pada Rabu (16/9) pukul 12.55 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Menurut Andre, Ahok hanya membuat gaduh setelah beberapa waktu lalu membuka beberapa praktik kotor di pertamina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved