Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Pantas Nainggolan, terkejut mengetahui rancangan teknis (Detail Engineering Design/DED) proyek revitalisasi Monumen Nasional (Monas) belum rampung. Padahal, pengerjaan proyek revitalisasi sudah dikerjakan di bagian selatan Monas.
"Kaget saya ternyata DED baru dianggarkan tahun ini. Padahal, tindakan (revitalisasi) sudah ada, sementara perencanaan belum ada. Seharusnya sebelum ada DED, jangan dikerjakan dulu," ujar Pantas dalam rapat Komisi D DPRD dengan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, Rabu (12/2).
Sebagai informasi, DED menjadi panduan revitalisasi Monas. Adapun desain pemenang lomba disebut memiliki konsep konservasi terhadap alam. Namun, Pantas tidak melihat hal itu dilakukan. Dia menyayangkan langkah Pemprov DKI yang menebang 191 pohon di kawasan selatan.
Baca juga: Izin Keluar Revitalisasi Monas Lanjut
"Ini ada kejanggalan, saya rasa karena revitalisasi dikerjakan pada akhir tahun. Padahal kita tahu DKI sedang defisit (anggarannya) dan banyak lakukan efisiensi. Ini juga tidak ada sosialisasi menyeluruh dari Pemprov. Perlu dievaluasi ini," tukas Pantas.
Anggota Komisi D dari Fraksi PSI, Viani Limardi, juga mengonfirmasi kisruh revitalisasi Monas kepada pemenang sayembara desain, Deddy Wahjudi, yang hadir dalam rapat tersebut.
"Apakah desain awal yang bapak rancang itu ada penebangan pohon? Sejauh mana Pak Deddy dilibatkan dalam proyek ini?" tanya Viani.
Deddy pun mengatakan dirinya tidak dilibatkan dalam keseluruhan DED proyek revitalisasi Monas. "Tidak ada konsep itu (menebang pohon). Memang desainya itu masih makro. Dalam DED saya enggak terlibat. Ke depan saya harapkan pemenang sayembara bisa dilibatkan dalam DED," tandas Deddy.(OL-11)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.
Pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola, dengan total progres 95 persen terselesaikan dari total 16.171 penerima manfaat program.
Pasar Baru masih memiliki kesan usang atau 'jadul' yang memerlukan sentuhan modernisasi, mulai dari estetika visual hingga infrastruktur pendukung.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Revitalisasi yang telah direncanakan selama lebih dari satu dekade ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan berbagai disiplin ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved