Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta harus belajar dari kesalahan proses revitalisasi Monumen Nasional (Monas). Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyebut Pemprov DKI sudah melakukan kesalahan fatal saat melakukan revitalisasi Monas tanpa koordinasi dengan pemerintah pusat.
"Ini harus menjadi pelajaran bersama bahwa komunikasi dalam setiap kebijakan strategis perlu dijalin. Karena menjalankan pemerintahan bukan hanya sekadar mengetahui peraturan tetapi perlu mempererat sinergitas," kata Prasetyo saat dihubungi, Jumat (7/2).
Ia pun mendorong Pemprov DKI mematuhi semua saran dan rekomendasi dari Komisi Pengarah yang disampaikan dalam rapat pada Rabu (5/2) lalu.
"Saya mendorong agar pemerintah mematuhi rekomendasi tersebut dengan memberikan detail desain baru sisi selatan Monas yang saat ini morat-marit," tutur politikus PDIP itu.
Prasetyo juga meminta agar setelah adanya kesepakatan bersama antara Pemprov DKI dengan Komisi Pengarah, proyek revitalisasi Monas segera dilanjutkan dan dibenahi semaksimal mungkin.
Baca juga: Illegal Logging di Monas
Ia khawatir polemik yang berkepanjangan dapat memberikan dampak buruk bagi masyarakat terutama keberlangsungan Monas sebagai ikon ibu kota.
"Karena saya pribadi pun tidak ingin ada pembangunan mangkrak di kawasan yang menjadi kebanggaan rakyat Indonesia itu. Tidak efisien dan sangat merugikan," tegasnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan proyek revitalisasi Monas di sisi selatan. Direncanakan sejak awal 2019, proyek dikerjakan pada November 2019 dan ditargetkan selesai akhir bulan ini. Namun, dalam perjalanannya, Pemprov DKI tidak berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Padahal dalam melakukan pembangunan di kawasan Monas yang termasuk dalam kawasan Medan Merdeka, Pemprov DKI harus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini Komisi Pengarah yang diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara (Sesneg). Ini sesuai dengan Keputusan Presiden No 25 tahun 1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka di DKI Jakarta.
Dampak dari dilompatinya proses koordinasi itu membuat Komis Pengarah menegur Pemprov DKI dan meminta proyek yang berjalan sejak November 2019 itu dihentikan sementara. Keputusan kelanjutan proyek akan disampaikan setelah adanya persetujuan dari Komisi Pengarah setelah menerima penjelasan desain revitalisasi dari Pemprov DKI.(OL-5)
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Mendikdasmen menegaskan revitalisasi diprioritaskan bagi sekolah di daerah terdampak bencana, dan sekolah terpencil serta sekolah rusak.
Pelaksanaan revitalisasi tahun 2025 dilakukan dengan sistem swakelola, dengan total progres 95 persen terselesaikan dari total 16.171 penerima manfaat program.
Pasar Baru masih memiliki kesan usang atau 'jadul' yang memerlukan sentuhan modernisasi, mulai dari estetika visual hingga infrastruktur pendukung.
Dengan integrasi moda transportasi yang kuat, Kota Tua tidak hanya akan menjadi destinasi wisata statis, tetapi juga motor penggerak ekonomi baru bagi Jakarta.
Revitalisasi yang telah direncanakan selama lebih dari satu dekade ini merupakan proyek strategis yang melibatkan kolaborasi lintas instansi dan berbagai disiplin ilmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved