Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT meteorologi dan klimatologi, Edvin Aldrian, menyebut ketinggian awan di wilayah Jabodetabek sebelum banjir di awal tahun setinggi 15 kilometer.
"Itu kalau Gunung Everest, Himalaya tuh dua kalinya. Jadi dalam lima jam jatuh ke bawah air awan ini, lebat sekali," kata Edvin di Pangkalan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (7/1).
Peraih gelar doktor dari Universitas Hamburg tersebut mengetahui informasi itu dari salah satu laman dan aplikasi produksi luar negeri. Kedua kanal tersebut menjelaskan pertumbuhan dan ketinggian awan di suatu daerah secara rinci.
Edvin menyarankan agar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikas (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dapat memberikan peringatan apabila ditemukan awan yang memiliki ketebalan luar biasa di suatu daerah.
Baca juga: Dua Kampung di Babelan masih Terendam Banjir
"Itu menarik kalau misalnya kita bisa memperlihatkan early warning bahwa awannya sudah terjadi upnormal atau terlalu tinggi, ini tentu saja akan berbahaya untuk banjir di suatu tempat, terutama banjir bandang, longsor, atau banjir seperti di Jakarta kemarin," kata Edvin.
Profesor Meteorologi dan Klimatologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu menyebut, pihaknya sudah melakukan modifikasi cuaca sejak Jumat (3/1). Hal tersebut dilakukan bersama BMKG dan TNI AU.
Sampai dengan hari ini, ia menyebut ketinggian awan sudah jauh berkurang jika dibandingkan dengan pada 1 Januari lalu.
"Ada 14.000 feet, berarti 4,6 km. Ini masih kecil-kecil dibanding tanggal 1," pungkas Edvin. (OL-1)
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
Peluncuran rumah contoh tipe Alder di Kota Modern Tangerang menarik ratusan pengunjung. Hunian dua lantai ini ditawarkan dengan cicilan mulai Rp6 juta.
TERSANGKA kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith akan diperiksa polisi pada 4 Februari 2026.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Jabodetabek
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved