Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menilai Jakarta tidak siap dalam menghadapi bencana banjir yang saat ini terjadi.
Hal itu dapat terlihat dari gagapnya petugas di lapangan saat mendapat kiriman air dari hulu.
Prasetyo yang juga politikus PDIP itu menyebut petugas rumah pompa terlambat mengoperasikan pompa sehingga menyebabkan banjir tidak dapat dihindari.
"Nggak siap. Katulampa siaga 1, pompa airnya jalan semua. Pertanyaannya pompa airnya sudah dicek semua belum? Kalau nggak dicek, bagaimana air datang baru dinyalain. 'Kelelep' bos. Percuma pompa pakai mesin Jerman punya seperti tidak ada gunanya," kata Prasetyo kepada awak media, Jumat (3/1).
Baca juga: Media Group Serahkan Bantuan Korban Banjir di Kedoya
Ketidaksiapan pemprov dalam menghadapi banjir juga terlihat dari kebingungan PPSU dan petugas-petugas dari masing-masing SKPD di lapangan. Prasetyo melihat hal itu selama memantau langsung penanganan banjir di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat pada Rabu (1/1) lalu.
"Kemarin kita turun ke Gunung Sahari kita lihat dia menunggu komando saja. Terus mesin penyedot keluar akinya mati. Makanya saya di Gunung Sahari saya cek coba nyalain. Mesin penyedotnya saya liat dulu supaya penanggulangannya bisa tindak lanjut," tandasnya.
Dari segi anggaran, Anies pun disebut tidak memprioritaskan penanganan banjir. Anies bahkan disebut Prasetyo tidak memiliki skala prioritas dalam penganggaran. Sebabnya, seluruh SKPD diberikan porsi anggaran yang hampir merata.
Padahal permasalahan di Jakarta yang paling utama adalah banjir, macet, dan permukiman kumuh.
"Makanya semua SKPD punya hak yang sama. Pertanyaannya adalah prioritas atau tidak prioritas, itu yang dipermasalahkan. Ini semuanya dipukul rata semua SKPD dengan hak yang sama. Sekarang masalahnya apa yang terjadi, masalah banjir, dan macet," tegasnya.
Hingga hari ini Jakarta memasuki hari ketiga banjir. Masih terdapat 12.491 warga yang mengungsi karena belum semua banjir telah surut. Sementara itu ada enam korban meninggal dunia karena hipotermia serta tersengat listrik saat banjir terjadi. (Put/A-5)
Program SSG merupakan solusi nyata bagi sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga prasejahtera.
Kebijakan yang terlampau restriktif dapat mengganggu ekosistem bisnis yang melibatkan banyak pihak, termasuk sektor UMKM.
Perumda Air Minum PAM JAYA menargetkan pembagian 2.000 toren air gratis sepanjang 2026 bagi warga Jakarta, khususnya pelanggan kategori tertentu, guna mendukung pemerataan akses air bersih.
hingga 23 Februari 2025 tercatat sebanyak 185 bangunan lapangan padel di Jakarta belum mengantongi izin resmi.
Platform belanja dan rewards ShopBack berkolaborasi dengan Jago Coffee membagikan total 10.000 minuman kopi gratis sebagai takjil untuk masyarakat.
Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menyerukan penundaan impor 105 ribu mobil pikap dari India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Lurah Jimbaran, I Wayan Kardiyasa mengatakan di wilayahnya ada tiga rumah warga yang masih tergenang air hujan selain juga halaman sekolah TK Kumara Sari.
Warga desa yang terbiasa hidup dengan keterbatasan dinilai lebih mudah beradaptasi saat harus kehilangan harta benda.
HINGGA malam hari ini Kota Denpasar dan Bali umumnya masih diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Bantuan benih diberikan setelah sebanyak 1.031 petani yang terdampak banjir mengadu dan beraudiensi langsung ke Plt Bupati Asep Surya Atmaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved