Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan pihaknya menerjunkan sekitar 11 ribu tenaga kesehatan yang terdiri dari TNI/Kepolisian RI, dokter, dan sukarelawan guna membantu korban terdampak banjir di wilayah Jabodetabek.
"Tenaga-tenaga kesehatan yang kita kerahkan berkisar 11 ribu lebih. Tentunya angka ini akan kami dorong untuk terus ditambahkan demi membantu korban terdampak banjir," kata Terawan, di Masjid Universitas Borobudur, Kamis (2/1).
Ia menyebutkan, tenaga kesehatan tersebut juga ada yang dapat membantu korban untuk melakukan trauma healing. Sebab, menurut Terawan, di antara pengungsi ada yang mengalami tekanan berat karena harus tinggal di posko pengungsian.
Baca juga: Polisi Jamin Keamanan Rumah Pengungsi Banjir
"Dari sisi psikologis kita gerakan, teman-teman dari puskesmas maupun TNI Polri ini untuk membantu supaya tidak ada trauma psikologis. Dampak dari perpindahan ini yang biasanya mereka hidup di dalam rumah dan sekarang harus mengungsi itu kan tekanan yang berat," ucapnya.
Sementara itu, untuk korban yang masih bertahan di rumah, Terawan menyatakan pihaknya tetap akan mendistribusikan makan dan obat-obatan serta pengecekan kesehatan.
"Kita tetap layanilah (korban bertahan di rumah). Kalau mereka tidak mau keluar kita layani distribusi makanannya, kita cek juga ada yang sakit atau tidak. Kita kan tidak bisa memaksakan sesuatu pada masyarakat. Kita ini kan pelayan, kita akan melayani dengan baik," tuturnya.
"Untuk fasilitas rumah sakit, semuanya siaga 24 jam untuk menampung dan melayani masyarakat yang menjadi korban banjir sesuai dengan kewajiban. Kita buka akses seluas-luasnya untuk masyarakat," sambungnya. (OL-2)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved