Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SATU rumah yang berada di bibir kali Cipakancilan, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, tertimpa longsor dari tebing.
Bencana longsor tersebut merupakan dampak hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Bogor sejak Selasa (31/12) siang hingga saat ini.
Rumah yang tertimpa longsoran tebingan dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter itu dihuni satu kepala keluarga dengan jumlah lima orang. Peristiwa tersebut menyebabkan satu korban jiwa, sedangkan empat lainnya mengalami luka-luka.
Korban meninggal bernam Kusmiati, 35, sementara korban luka-luka yakni Saepuloh, Heriawan, Dara dan Aisyah.
Seorang saksi yang juga merupakan warga sekitar, Asep Rohman, 38, mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 07.15 WIB.
"Pas kejadian saya di dalam rumah. Istri saya yang tahu persisnya. Dia habis dari orangtuanya. Pas lewat langsung longsor. Istri saya manggilin saya, 'Pak.. pak longsor'. Terus gak lama yang di dalam rumah tetangga teriak-teriak manggilin saya minta tolong, 'Tolong..tolong ada yang ketiban'. Terus saya lari keluar nolongin," ungkap Asep.
Baca juga: Evakuasi Warga di Jakarta Timur, Satgas Brimob Temukan 1 Korban
Menurutnya, sebelum kejadian sempat terdengar suara gemuruh berbarengan dengan petir.
"Hujannya gede juga, kirain apa," imbuhnya.
Asep mengaku sudah tinggal di zona berbahaya itu sejak tahun 1998. Tanah di daerah iu pun kerap mengalami llongsor terleboh di musim penghujan.
Komandan Regu (Danru) dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Bogor, Maruli Sinambela, mengatakan, longsor memang diakibatkan hujan deras yang tak henti.
"Untuk korban yang meninggal itu dia tertimbun. Dia tertimbun setengah badan dari dada sampai bawah kaki. Sekitar 7.30 WIB sudah kita evakuasi," pungkasnya.(OL-5)
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terbaru, wilayah Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, modifikasi cuaca bukan lagi sekadar opsi tambahan, melainkan prioritas utama.
BMKG rilis peringatan dini cuaca Jakarta 20 Januari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan merata, waspada potensi banjir dan kemacetan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved