Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta menunggu hasil kajian Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta soal nasib anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Hal itu disampaikan anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono.
Dalam rapat Badan Anggaran yang mengagendakan finalisasi Rancangan APBD 2020 pekan lalu, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menetapkan anggaran TGUPP harus dikurangi hanya untuk menggaji 50 anggota. Tahun ini, anggota TGUPP berjumlah 66 orang dengan pagu anggaran Rp18,9 miliar.
"Kita masih tunggu kajiannya. Berapa sih angkanya. Kalau tahun ini Rp18,9 miliar untuk gaji 66 orang, kalau 50 orang saja otomatis berkurang dong. Nah, jadi berapa itu, kita masih tunggu dari Bappeda karena anggarannya kan nempel di sana," kata Gembong saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (11/12).
Sementara itu, Gembong menepis pernyataan Ketua Bidang Pencegahan Korupsi TGUPP Bambang Widjojanto yang menyebut DPRD melanggar Pergub No 16 tahun 2019 karena membatasi jumlah TGUPP, hanya boleh sebanyak 40 orang. Mantan Wakil Ketua KPK RI itu menyebut dalam Pergub 16, jumlah TGUPP tidak dibatasi.
Baca juga: Marco Kusumawijaya Mundur dari TGUPP, Anies Belum Cari Pengganti
Gembong menegaskan DPRD berhak dan wajib menentukan nilai anggaran apapun sesuai prioritas selama masih menggunakan APBD.
"Ya kita bisa dong menentukan berapa. Kan itu masih pakai APBD. APBD bukan milik gubernur saja tapi milik berdua dengan DPRD. Kalau semaunya sendiri menentukan orang ya pakai uang sendiri, pakai dana operasional saja," tegasnya.(OL-5)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Dengan capaian tersebut, APBD tahun 2025 mencatatkan surplus sebesar Rp41,7 triliun. Sementara itu, net pembiayaan daerah pada tahun yang sama mencapai Rp67,1 triliun.
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang APBD Tahun Anggaran 2026 resmi diundangkan pada 23 Desember 2025.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta tengah merevitalisasi sejumlah ruang publik, namun tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved