Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSAUDARAAN Alumni (PA) 212 berencana menggelar reuni akbar pada Desember mendatang. Menanggapi hal itu, kepolisian akan mengkaji terlebih dahulu terkait surat permohonan penyelenggaraan agenda tersebut.
"Nanti misalnya ada surat pemberitahuan ke kepolisian, akan kita analisa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (21/11)
Argo menjelaskan, pihaknya memerlukan analisa terlebih dahulu guna memastikan jumlah personel dalam memberikan pengamanan.
Baca juga: Ade Armando Diperiksa Terkait Meme Joker Anies
Apalagi kegiatan mengumpulkan massa itu diperlukan pengamanan sehingga hak sebagai warga negara dalam menyampaikan pendapat bisa tertib dan aman.
"Tentunya berkaitan dengan rencana ada reuni Akbar 212, untuk kegiatan yang berkaitan mengumpulkan massa itu adalah hak dari warga negara tetapi tetap ada aturan yang harus ditaati," sebutnya.
Setelah mendapatkan data akurat dari intelijen, pihaknya akan berkoordinasi dengan TNI dalam pengamanan nantinya.
"Kita juga perlu informasi dari intelijen, untuk menghitung beberapa pengamanan yang harus kita lakukan. Kita tetap koordinasi dan kerjasama dengan TNI dalam pengamanan nanti," pungkas Argo.
PA 212 berencana menggelar reuni di Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada 2 Desember 2019 mendatang. PA 212 menyebut agenda tersebut merupakan agenda rutin tahunan. (OL-2)
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved