Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo mengaku tengah mengkaji kembali aturan yang memberlakukan larangan parkir di badan jalan bagi pemilik mobil yang tidak memiliki garasi di rumah.
Sebenarnya sudah ada aturan yang melarang hal itu dalam Pasal 140 Peraturan Daerah (Perda) DKI Nomor 5 Tahun 2014. Pasal serupa pun menyebutkan setiap orang atau badan usaha pemilik kendaraan bermotor wajib memiliki atau menguasai garasi.
Baca juga: Mobil tanpa Garasi Siap-Siap Diderek
Sayangnya, peraturan itu masih sebatas di atas kertas. Menurutnya masih banyak warga Jakarta yang sengaja memakirkan mobil di badan jalan dekat rumah.
"Iya betul (banyak warga) yang belum menjalankan (aturan itu). Oleh sebab itu kita sosialisasikan. Beri pemahaman, akan diskusikan langkah ke depan dalam konteks penegakan hukumnya," terang Syafrin di Gedung Balai Kota, Jakarta, Jumat (18/10).
Pihaknya tidak akan serta-merta memberikan sanksi atau menderek mobil yang berada di badan jalan karena tidak ada garasi. Pemprov DKI akan menyosialisasikan lebih dulu kebijakan tersebut.
Syafrin juga kemudian mengatakan kajian terhadap aturan tersebut akan diselesaikan dalam waktu dua hingga empat bulan mendatang.
“Sedang kita kaji, kira-kira rumahnya di mana saja. Kita tutup sehingga ke depan (sanksinya) sesuai dengan regulasi yang sudah ada. Setelah dikaji kita lihat potensi apa. Itu yang akan kita lakukan," jelas Syafrin.
Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pajak karena terkait pembelian kendaraan yang dikenakan pembayaran pajak. Selain itu pihak RT RW juga dikatakan Syafrin, akan melakukan sosialisasi agar pemilik mobil sadar untuk memarkirkan kendaraa mereka di garasi. (Ins/A-3)
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Mobil bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan penunjang aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, memilih mobil yang tepat menjadi keputusan penting
Maung tidak hanya sekadar kendaraan militer, tetapi kini bertransformasi menjadi simbol kematangan rekayasa industri nasional.
Peningkatan target IIMS ini sejalan dengan bertambahnya jumlah merek peserta, baik dari kategori kendaraan penumpang, roda dua, hingga industri pendukung lainnya.
Tanpa perlindungan yang tepat, mobil yang sering terpapar cuaca outdoor berisiko mengalami berbagai masalah serius.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved