Jumat 08 September 2017, 08:07 WIB

Mobil tanpa Garasi Siap-Siap Diderek

Sru/J-1 | Megapolitan
Mobil tanpa Garasi Siap-Siap Diderek

Grafis/MI

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi besar-besaran perihal kewajiban pemilik kendaraan memiliki garasi di tempat tinggalnya.

Sosialisasi itu akan dibarengi dengan penindakan pende­rekan terhadap kendaraan, biasanya mobil, yang kedapatan diinapkan pemiliknya di pinggir jalan.

“Sanksi juga berlaku sampai pada mobil yang diparkir di permukim­an. Kompleks perumahan juga kami terapkan sanksi derek itu,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah, kemarin.

Diakuinya, pihaknya belum menjalankan sepenuhnya aturan yang tertuang di Peraturan Daerah No 5 Tahun 2014 tentang Transportasi. Aparatnya baru sebatas menderek kendaraan yang didapati parkir sembarangan di jalan protokol, belum di jalan permukiman.

Sementara itu, para pemilik kendaraan, terutama roda empat, yang tak punya garasi biasanya menginapkan ken­daraan mereka di pinggir jalan.

Sosialisasi tersebut, lanjut Andri, awalnya akan dilakukan bersamaan dengan penerapan perluasan kawasan pembatasan kendaraan bermotor. Batalnya perluasan kawasan pembatasan itu tidak memengaruhi rencana sosialisasi kewajiban pemilikan garasi.

“Pokoknya sekarang kita mau menyosialisasikan ini secara keseluruhan. Kalau tidak ada garasi, STNK tidak bisa terbit,” tegasnya.

Saat ditemui di kesempatan terpisah, warga Rawabelong, Jakarta Barat, Delvira mengaku belum tahu soal rencana Pemprov DKI Jakarta tersebut. Namun, ia mendukung rencana itu sebagai upaya untuk menekan pembelian kendaraan pribadi di masyarakat.

“Tentunya tujuan akhirnya adalah menekan kemacetan. Saya dukung itu,” ucapnya.

Ia berharap penegakan aturan itu dijalankan tanpa pandang bulu. “Aturan itu kan berlaku bagi tiap pemilik kendaraan, tidak boleh pandang bulu. Ja­ngan pula ada salam tempel buat petugas supaya berdamai. Harus tegas penerapannya,” ujar Delvira. (Sru/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More