Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak tahun ini mencapai Rp44,5 triliun. Namun, realisasinya PAD dari pajak pendapatan baru hingga 17 Oktober baru mencapai Rp31,5 triliun atau baru 70,86%.
Jadi, masih Rp12,9 triliun yang harus dikejar Pemprov DKI melalui Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).
Padahal dana bagi hasil dari pemerintah pusat sebesar Rp6 triliun belum bisa dibayarkan tahun ini karena terjadi defisit neraca keuangan nasional. Hal itu semakin memperparah defisit anggaran yang dialami Pemprov DKI.
Sementara itu, komponen belanja DKI dari target Rp77,8 triliun sudah tercapai Rp44,2 triliun atau 54,3%. Berarti Pemprov DKI masih harus menyediakan dana belanja daerah sebesar Rp33,8 triliun.
"BPRD harus mendapat uang sebesar itu (Rp12,9 triliun) dalam 2,5 bulan lagi. Ini jumlah yang sangat besar. Karena itu, di sisa waktu yang ada ini, kita yang pertama diharapkan efisiensi belanja. Kita harus mengefisiensikan pos-pos anggaran yang bukan menjadi prioritas," kata Sekretaris Syaefullah, efisiensi bisa dilakukan pada pos-pos telepon, air, listrik, dan internet. Selain itu, kualitas ransum rapat bisa diturunkan hingga minimal tidak ada ransum sama sekali.
Efisiensi juga bisa dilakukan terhadap pengurangan jumlah peserta perjalanan dinas.
"Kita nih kebiasaan seperti ikan mujaer. Induknya pergi, anak-anaknya ikut pergi. Harusnya kepala dinas atau kepala bidang pergi ya sendirian saja," tegasnya.
Tidak hanya itu, Syaefullah meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI gencar melakukan promosi wisata serta mengkaji ulang pengiriman delegasi wisata ke daerah lain. "Cari negara yang kaya dan memang orangnya senang jalan-jalan. Kalau ke Meksiko mereka kan kurang lebih sama dengan kita, ya buat apa," tandasnya.
Selain itu, dia menegaskan agar proyek gagal lelang tidak diulang tahun ini, tapi tahun depan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta Edi Sumantri mengungkapkan ada dana Rp39 triliun yang harus disisir. "Mudah-mudahan hari ini selesai," tukasnya.
Menurut Edi, beberapa SKPD yang di bawah empat asisten sekda sudah mampu mengefisiensikan dana sebesar Rp6,27 triliun. (Put/J-2)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Pemprov Bengkulu meneken MoU pemanfaatan potensi pertanahan untuk pengembangan daerah. Identifikasi awal lahan eks-hak diperkirakan 20 ribu hektare.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Adapun target PAD dari Bapenda pada 2024 berada di angka Rp2,6 triliun, sedangkan 2025 targetnya naik menjadi Rp3,3 triliun.
Tahun ini target retribusi ditetapkan sebesar Rp8.675.512.000. Per 24 Desember 2025, realisasinya sudah mencapai sebesar Rp8.685.774.000.
Asep menekankan bahwa pencapaian target PAD tidak bisa dilakukan oleh Bapenda sendirian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved