Kamis 10 Oktober 2019, 08:15 WIB

Dukcapil Bantah Rp12 Miliar untuk Antivirus

Put/J-3 | Megapolitan
Dukcapil Bantah Rp12 Miliar untuk Antivirus

MTVN/Nur Azizah
Kepala Unit Pengelola Teknologi Informasi Kependudukan Disdukcapil Nurrohman

 

KEPALA Unit Pengelola Teknologi Informasi Kependudukan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Nurrohman, membantah anggaran Rp12 miliar hanya untuk antivirus. Anggaran fantastis yang viral itu, menurutnya, untuk pembelian tiga item. Sebelumnya anggaran bagian ini hanya Rp269 juta.

Tiga item itu ialah antivirus, sistem operasi (operating system/OS), dan sistem database untuk kependudukan dari perusahaan Oracle. Anggaran itu sebelumnya diusulkan di Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Nurrohman mengatakan usulan pembelian sistem database dari Oracle menjadi pos yang memakan dana paling besar di antara yang lain, yakni Rp7,8 miliar. Ada sembilan core yang dibutuhkan untuk sistem database kependudukan di Disdukcapil DKI.

"Jadi, kalau terkait kegiatan, ada tiga. Yang pertama antivirus, kedua Microsoft Office, dan database Oracle. Jadi, server itu perlu untuk database, jadi bukan satu kegiatan untuk antvirus saja," tegas Nurrohman di Balai Kota, kemarin.

Nurrohman berdalih pembelian sistem server dari Oracle itu untuk menyamakan dengan yang sudah digunakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurutnya, meski Kemendagri memberi kebebasan untuk membeli sistem server dari perusahaan lain, pihaknya mencari aman saja, yakni menyamakan dengan yang digunakan Kemendagri agar mudah untuk pengintegrasian sistem.

"Kalau ada masalah, mudah. Memang sekarang kita keluar mahal, tetapi ke depan hanya keluar 15% dari harga untuk dukungan teknis, kasarnya seperti pemeliharaan," ujarnya.

Sementara itu, OS Microsoft Office dibeli untuk seluruh komputer pencatatan sipil yang digunakan di Pemprov DKI di 267 kelurahan, 44 kecamatan, 6 suku dinas, dan 1 dinas. Nilai pengadaan OS yang diusulkan ini mencapai Rp4 miliar.

Untuk antivirus, pihaknya hanya menyewa. Penyewaan antivirus itu sudah sejak dulu dilakukan. "Untuk antivirus nilainya Rp384 juta. Kita sewa," kata Nurrohman. (Put/J-3)

Baca Juga

Antara

UIN Watch Desak Polisi Tindak Lanjuti Kasus Pembangunan Asrama

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 26 Februari 2021, 19:23 WIB
Sultan meminta polisi segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dalam pembangunan asrama di UIN Jakarta...
Antara

Kantor Wali Kota Jakpus Tutup karena Temuan Positif Korona

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 26 Februari 2021, 18:55 WIB
Tiga pejabat tersebut adalah Kepala Bagian (Kabag) Hukum, Kabag Tata Pemerintah (Tapem) dan Asisten Pemerintahan...
Antara

Usai Obrak Abrik Tempat Indekos Briptu PN Dites Urine

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 26 Februari 2021, 17:36 WIB
POLISI yang mengamuk di sebuah indekos di Tanah Abang, Jakarta Pusat akan menjalani tes urine. Hal itu untuk memastikan apakah polisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya