Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARIPURNA DPRD Kota Depok terkait pengucapan sumpah/janji empat pimpinan DPRD masa jabatan 2019-2024, berlangsung ricuh, Jumat (27/9).
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Golkar Nurhasim mengungkapkan kericuhan bermula dari interupsi Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Depok Ikravany Hilman yang meminta Sekretaris Dewan DPRD Kota Depok Zamrowi memberikan klarifikasi terkait pernyataan di beberapa koran nasional dan online yang dinilai olehnya merugikan DPRD.
Ikravany salah satu DPRD yang dilantik menjadi Ketua Fraksi dari PDIP. "Kami minta Pak Sekwan untuk mengklarifikasi hal tersebut kepada kami," ujar Ikravany.
Kegaduhan diperparah interupsi Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat Persatuan Pembangunan Kota Depok Mazhab HM, yang tidak ada mocrophone di mejanya. "Saya kecewa berat dan sudah tidak dihargai. Padahal, saya DPRD terlama disini," ujarnya kesal.
Kericuhan berlangsung kurang lebih 30 menit dan akhirnya berakhir setelah Zamrowi menjawab segala tuntutan DPRD. "Sudah selesai tak ada lagi masalah, " ucap Nurhasim. "Demi Allah saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu, " lanjutnya.
Zamrowi juga meminta maaf atas tidak lengkapnya fasilitas anggota DPRD.
Menurut Zamrowi, ketiadaan microphone lantaran rapat kali ini mengagendakan pelantikan. Artinya keempat anggota DPRD yang menjabat sebagai Ketua dan tiga wakilnya menduduki meja anggota DPRD yang berada di bagian ruang tengah rapat paripurna.
"Meja tersebut adalah meja tambahan yang tidak terpakai, karena biasanya di area itu hanya 46 anggota, 4 lainnya biasanya duduk di depan," papar Zamrowi. (OL-4)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved