Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK manajemen Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Kota Depok membeber setengah lebih DPRD Kota Depok yang dilantik 3 September silam menggadaikan surat keputusan (SK) untuk meminjam uang ke bank.
Kepala Cabang BJB Kota Depok Ade Muhamad mengungkapkan perihal tersebut, Kamis (19/9). "Separuh lebih DPRD Kota Depok menggadaikan SK. Mereka menggadaikan SK untuk meminjam uang, " kata Ade Muhamad.
Namun menurut dia, hal itu lumrah terjadi. Bahkan di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Kota Depok pun juga demikian. SK digadaikan sebagai penjamin atas uang uang yang dipinjam dari bank.
"BJB Kota Depok hanya memberikan fasilitas dan untuk mendapatkan fasilitas itu, yang bersangkutan wajib melampirkan SK yang dimiliki sebagai dasar penjamin," paparnya.
Syarat penggadaian SK untuk meminjam uang ke bank berlaku bagi semua anggota dewan. Dan, menurutnya, ini bukanlah hal baru. "Dari tahun ke tahun sebelumnya juga ada, memang kita berikan fasilitas pinjaman dengan dasar SK dia sebagai dewan yang otomatis kita pun pemberiannya dengan memperhitungkan dari sisi pendapatan," katanya.
Ditanya soal jumlah pinjaman, Ade menuturkan nilainya bervariasi. Bahkan ada yang sampai ratusan juta. "Ya ada sih, itukan ada tujuan penggunaannya. Ada yang produktif ada yang konsumtif, sama sih kaya PNS. Bedanya hanya jangka waktu, kalau dewan sih dibawah lima tahun jangka waktunya," ujarnya.
Sekretaris DPRD Depok Zamrowi mengaku tidak mengetahui jika para anggota DPRD Depok menggadaikan SK. "Maaf, gak tahu saya. Belum dapat infonya," katanya singkat.
Tapi seorang Legiskator yang enggan ditulis namanya mengatakan dirnya memborohkan SK pengangkatan sebagai DPRD ke Bank BJB Cabang Kota Depok untuk meminjam uang.
"Begitu SK ditangan, saya langsung mengajukan kredit ke Bank. Nilainya tak usa tahulah," bebernya. (OL-4)
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved