Jumat 03 Mei 2019, 12:30 WIB

KPAI Sesalkan Pelibatan Anak Saat Aksi May Day

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
KPAI Sesalkan Pelibatan Anak Saat Aksi May Day

MI/Pius Erlangga
Petugas Kepolisian menjaga aksi massa memperingati hari buruh internasional di kawasan Bundaran Patung Kuda, Jakarta, Rabu (1/5)

 

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan adanya kelompok yang diduga muncul ditengah-tengah unjuk rasa dengan menggunakan massa berusia di bawah umur.

Dalam pantauan KPAI dan hasil koordinasi dengan Polrestabes Bandung, dinyatakan anak-anak tersebut terdiri dari 293 orang yang bergabung dengan 619 orang lainnya. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan menggunakan kostum hitam, tutup kepala dan muka.

Bukan hanya di Bandung, peristiwa serupa terjadi di Makassar, Surabaya, Malang, DIY dan Jakarta. Menurut kepolisian, anak-anak bukan hanya muncul di arena unjuk rasa, mereka diduga juga melakukan aktivitas yang menimbulkan kericuhan seperti pengrusakan dan mencoret fasilitas umum (vandalisme) serta kepemilikan senjata tajam.

Melihat kondisi itu, KPAI menyatakan sikap bahwa perilaku eksploitasi pada anak untuk tujuan apapun merupakan pelanggaran hak anak yang pelakunya harus diusut tuntas secara hukum.

"Dalam Undang-Undang No 35/2014 tentang Perlindungan Anak, eksploitasi pada anak dituntut hingga 10 tahun penjara serta denda," kata Komisisoner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah dalam keterangan tertulis, Jumat (3/5).

Baca juga: Menaker Apresiasi Peringatan 'May Day' Berjalan Aman

KPAI menghormati dan mendorong upaya kepolisian mengungkap aktor intelektual atas peristiwa yang diduga memobilisasi dan memanfaatkan anak di bawah umur untuk kepentingan unjuk rasa.

Menurut Maryati, KPAI juga menyerukan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus pada kelompok anak dengan menggunakan pendekatan perlindungan anak secara komprehensif.

"Hal itu agar penyidikan dan penyelidikan tidak menimbulkan ketakutan, traumatis dan perlakuan salah kepada anak," terangnya.

KPAI akan mengawasi terkait motif anak masuk dalam jaringan unjuk rasa tersebut, memastikan pencegahan di dalam keluarga dan lingkungan sekolah serta penanganan perlindungan khusus bagi anak sehingga tidak kembali mengikuti kegiatan yang membahayakan.

Pihaknya juga membuka pengaduan bagi orang tua dan pihak terkait dalam kasus ini untuk penanganan kepentingan terbaik bagi anak jika terindikasi ada masalah kekerasan fisik atau psikis dalam kegiatan unjuk rasa tersebut.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Pembangunan Berkelanjutan Dapat Ciptakan Jakarta Nyaman Dihuni

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 03 Desember 2021, 00:36 WIB
Widi menjelaskan, Jakpro sebagai perusahaan yang peduli terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan telah berkontribusi pada tujuh proyek...
DOK Pemkot Tangsel

Dispora Tangsel Beri Apresiasi Kepada Pembina Pramuka

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 23:17 WIB
BERTEMPAT di ruang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) Banten, Kamis (2/12), sejumlah...
Antara/M. Risyal Hidayat

Hadapi Ancaman Varian Covid-19 Omicron, Wagub DKI Jamin Kesiapan Faskes 

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 02 Desember 2021, 22:11 WIB
"Kita juga terus meningkatkan 3T. Di samping berbagai fasilitas yang ada, seperti rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, pengobatan....

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya