Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
MASA remaja dipandang sebagai masa di mana seorang anak menyukai apa yang disebut sebagai drama dalam kehidupannya. Drama kehidupan yang penuh reaksi berlebihan remaja pada berbagai tindakan, cerita hingga masalah yang mereka hadapi. Tetapi menurut mereka drama itu adalah kegembiraan yang secara tidak langsung mereka sukai.
Bagi orangtua, gejolak ini apabila terjadi terus menerus bisa membuat frustasi. Perkembangan otak dan perubahan hormon menyebabkan perubahan suasana hati. Tetapi orangtua harus tahu fase remaja ini akan berlalu.
Hindari langsung menyelesaikan masalah dengan segera. Memberikan saran yang tidak diminta, hanya akan memperburuk situasi. Cobalah mendengarkan secara reflektif untuk menunjukkan orangtua mencoba memahami fakta-fakta tentang situasi yang menjadi masalah. Katakanlah sesuatu seperti, "Jadi, yang saya dengar dari kamu adalah guru tidak memberikan nilai pada tugasmu hanya karena dia tidak menyukaimu?"
Baca juga : Ini Penjelasan di Balik Gejolak Emosi Remaja
Jangan memberikan tanggapan atau respon yang menggambarkan anak remaja hanya memberikan reaksi yang berlebihan. Sebaliknya, validasi perasaan seorang remaja dengan mengatakan, "Saya bisa melihat kamu marah tentang apa yang terjadi saat makan siang hari ini." Katakan sesuatu yang memvalidasi tidak apa-apa untuk merasa seperti itu. Remaja yang merasa dimengerti dapat mulai mencari cara untuk mengatasinya.
Menyesuaikan tingkat emosi anak remaja Anda dengan berteriak atau mengekspresikan rasa frustasi akan memperburuk situasi. Jika anak remaja Anda berteriak atau bersikap tidak sopan, bereaksi dengan sigap seperti memberikan arahan untuk anak remaja anda bahwa akan lebih baik apabila semua dibicarakan dengan tenang, tanpa adanya paksaan.
Merasa marah, kecewa, khawatir ataupun sedih bukanlah suatu hal yang menjadikan seseorang harus bersikap buruk, hal tersebut harus diajarkan kepada seorang remaja. Karena apabila seorang remaja mampu mengatasi hal tersebut makan remaja tersebut sudah mampu mengatur emosinya dengan baik.
Meningkatkan keterampilan juga bisa menjadi salah satu kunci untuk menjaga emosi seorang remaja. Karena apabila dipikirkan kembali, memiliki keterampilan akan mengurangi rasa kesepian pada diri seseorang bahkan melalui keterampilan seseorang dapat menyalurkan emosinya melalui keterampilan yang dimiliki.
Memiliki rasa syukur pada apa yang sudah mereka miliki bukan pada apa yang mereka inginkan selanjutnya. Hal ini dapat membantu seorang remaja menyadari bahwa memiliki apa yang sudah didepan mata adalah hal positif yang harus diapresiasikan. (Z-3)
AMANDA Rawles bakal bikin menangis penonton film Indonesia melalui judul terbaru Andai Ibu tidak Menikah dengan Ayah.
Collaborative for Academic Social Emotional Learning (CASEL) mulai mendapat perhatian serius di Indonesia.
Regene Genomics menghadirkan Tes DNA EMO-Q yang bisa mendeteksi hubungan dan emosional pasangan untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat.
Perbaikan masalah sensori bisa membantu memperbaiki area otak yang berkaitan dengan pemahaman tekstur dan penerimaan input dari orang lain.
Keputusan bercerai yang diambil dalam keadaan emosional atau secara sepihak bisa menimbulkan berbagai masalah, termasuk stres dan depresi pada mantan pasangan.
Me time atau meluangkan waktu untuk diri sendiri memiliki peran penting bagi kaum perempuan, terutama dalam menjaga keseimbangan emosional, mental, dan fisik atau meningkatkan kualitas hidup
Tayangan televisi edukatif yang sesuai dengan usia anak serta didampingi orangtua dapat memperluas kosakata, menambah pengetahuan, hingga mengenalkan nilai moral serta sosial.
Guru membagikan enam kebiasaan penting yang bisa diterapkan orang tua dan siswa di bulan pertama sekolah.
Muklay menyampaikan bahwa seni sebaiknya dipahami sebagai ruang ekspresi, bukan sebagai sarana mencari keuntungan materi semata.
Upaya untuk membiasakan anak menerapkan pola makan sehat bisa mulai dilakukan pada masa pengenalan MPASI, ketika anak berusia sekitar enam bulan.
Makan bersama keluarga secara rutin penting untuk membangun kebiasaan makan sehat sekaligus mempererat ikatan keluarga.
Para orangtua disarankan menghindari penggunaan disinfektan dan antiseptik secara berlebihan di rumah dan fokus pada upaya kebersihan fungsional, bukan sterilisasi berlebihan.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved