Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA remaja dipandang sebagai masa di mana seorang anak menyukai apa yang disebut sebagai drama dalam kehidupannya. Drama kehidupan yang penuh reaksi berlebihan remaja pada berbagai tindakan, cerita hingga masalah yang mereka hadapi. Tetapi menurut mereka drama itu adalah kegembiraan yang secara tidak langsung mereka sukai.
Bagi orangtua, gejolak ini apabila terjadi terus menerus bisa membuat frustasi. Perkembangan otak dan perubahan hormon menyebabkan perubahan suasana hati. Tetapi orangtua harus tahu fase remaja ini akan berlalu.
Hindari langsung menyelesaikan masalah dengan segera. Memberikan saran yang tidak diminta, hanya akan memperburuk situasi. Cobalah mendengarkan secara reflektif untuk menunjukkan orangtua mencoba memahami fakta-fakta tentang situasi yang menjadi masalah. Katakanlah sesuatu seperti, "Jadi, yang saya dengar dari kamu adalah guru tidak memberikan nilai pada tugasmu hanya karena dia tidak menyukaimu?"
Baca juga : Ini Penjelasan di Balik Gejolak Emosi Remaja
Jangan memberikan tanggapan atau respon yang menggambarkan anak remaja hanya memberikan reaksi yang berlebihan. Sebaliknya, validasi perasaan seorang remaja dengan mengatakan, "Saya bisa melihat kamu marah tentang apa yang terjadi saat makan siang hari ini." Katakan sesuatu yang memvalidasi tidak apa-apa untuk merasa seperti itu. Remaja yang merasa dimengerti dapat mulai mencari cara untuk mengatasinya.
Menyesuaikan tingkat emosi anak remaja Anda dengan berteriak atau mengekspresikan rasa frustasi akan memperburuk situasi. Jika anak remaja Anda berteriak atau bersikap tidak sopan, bereaksi dengan sigap seperti memberikan arahan untuk anak remaja anda bahwa akan lebih baik apabila semua dibicarakan dengan tenang, tanpa adanya paksaan.
Merasa marah, kecewa, khawatir ataupun sedih bukanlah suatu hal yang menjadikan seseorang harus bersikap buruk, hal tersebut harus diajarkan kepada seorang remaja. Karena apabila seorang remaja mampu mengatasi hal tersebut makan remaja tersebut sudah mampu mengatur emosinya dengan baik.
Meningkatkan keterampilan juga bisa menjadi salah satu kunci untuk menjaga emosi seorang remaja. Karena apabila dipikirkan kembali, memiliki keterampilan akan mengurangi rasa kesepian pada diri seseorang bahkan melalui keterampilan seseorang dapat menyalurkan emosinya melalui keterampilan yang dimiliki.
Memiliki rasa syukur pada apa yang sudah mereka miliki bukan pada apa yang mereka inginkan selanjutnya. Hal ini dapat membantu seorang remaja menyadari bahwa memiliki apa yang sudah didepan mata adalah hal positif yang harus diapresiasikan. (Z-3)
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebihan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol, yang dapat merusak lapisan lambung menyebabkan gangguan pencernaan.
BAND Zima resmi merilis single terbaru berjudul ‘Muda dan Tak Berguna’, yang menjadi soundtrack film Rest Area produksi Mahakarya Pictures. Lagu ini menjadi denyut emosional
AMANDA Rawles bakal bikin menangis penonton film Indonesia melalui judul terbaru Andai Ibu tidak Menikah dengan Ayah.
Collaborative for Academic Social Emotional Learning (CASEL) mulai mendapat perhatian serius di Indonesia.
Regene Genomics menghadirkan Tes DNA EMO-Q yang bisa mendeteksi hubungan dan emosional pasangan untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Langkah pertama yang harus dilakukan bukanlah memaafkan secara terburu-buru, melainkan menyadari bagaimana pengalaman tersebut membentuk dinamika diri di masa kini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Kalimat-kalimat seperti "itu cuma masalah kecil", "nanti juga lupa", atau "jangan lebay" dari orang dewasa justru dapat berdampak buruk pada kondisi psikologis anak.
Tontonan yang diakses secara terus-menerus memicu adiksi yang membuat anak enggan berhenti menatap layar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved