Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi pada perempuan di Indonesia setelah kanker payudara. Kanker serviks merupakan sel-sel kanker yang tumbuh pada leher rahim. Lebih dari 95% kasus terjadi karena infeksi human papilloma virus (HPV).
Hampir semua orang yang aktif secara seksual akan tertular HPV pada suatu saat dalam hidupnya, biasanya tanpa gejala. HPV terdiri dari banyak tipe. Tipe yang menyebabkan kanker disebut HPV risiko tinggi. Dalam kebanyakan kasus, sistem kekebalan membersihkan HPV dari tubuh. Namun, infeksi HPV risiko tinggi yang terus-menerus dapat menyebabkan berkembangnya sel-sel abnormal, yang kemudian menjadi kanker.
Dokter konsultan onkologi dr. Chamim, Sp.OG (K) Onk. menjelaskan, ada beberapa faktor risiko terjadinya kanker serviks. “Antara lain, tingkat onkogenisitas HPV yang menginfeksi, status kekebalan, adanya infeksi menular seksual lainnya, melahirkan banyak anak, usia kehamilan pertama yang masih muda, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan merokok,” ujar dr. Chamim yang juga Direktur Utama Brawijaya Hospital Saharjo, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca juga : Rasa Takut Sebabkan Perempuan tidak Jalani Pemeriksaan Kanker Serviks
Biasanya, lanjut dia, setelah terinfeksi HPV risiko tinggi, diperlukan waktu 15–20 tahun bagi sel abnormal untuk berubah menjadi kanker, namun pada perempuan dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti pengidap HIV yang tidak diobati, proses ini bisa lebih cepat, berkisar 5–10 tahun.
Seperti jenis kanker lainnya, pengobatan kanker serviks lebih mudah dan lebih menjanjikan hasil yang lebih baik jika dilakukan pada stadium awal. Sayangnya, kanker serviks biasanya baru menunjukkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut.
“Oleh karenanya, penting bagi para perempuan yang aktif secara seksual seksual untuk melakukan skrining kanker serviks melalui pemeriksaan pap smear setahun sekali. Agar, kalau ada kanker serviks, bisa diketahui lebih awal dan diobati sejak dini,” kata dr. Chamim.
Terkait pengobatan, ada beberapa jenis terapi kanker serviks, mulai dari pembedahan hingga kemoterapi dan terapi radiasi. “Namun sekali lagi, faktor yang paling penting adalah pemeriksaan skrining rutin kanker serviks untuk menemukan kanker saat masih di tahap awal, bahkan lebih baik kalau di tahap prakanker. Jika diketahui sejak dini, pengobatan dapat dimulai sebelum kanker menyebar ke organ lain. Peluang kesembuhannya lebih besar dan mengurangi kemungkinan kekambuhan,” terang dr. Chamim.
Ia menambahkan, untuk memperluas akses layanan terapi kanker bagi masyarakat, Brawijaya Hospital Saharjo menghadirkan Brawijaya Oncology Center. Pusat layanan kanker ini mengusung konsep layanan multidisiplin yang komprehensif, didukung tim dokter spesialis dan perawat yang profesional dan berpengalaman. Masyarakat dapat melakukan skrining, pemeriksaan diagnosis, menjalani terapi seperti pembedahan, kemoterapi, radioterapi, terapi hormon, dan terapi tertarget, hingga follow-up, rehabilitasi, serta terapi suportif dan paliatif (untuk kanker stadium lanjut). (B-1)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki usia 11 tahun pada 2027.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
PT Bio Farma (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi HPV Massal untuk mencegah kanker serviks
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Untuk kasus baru kanker mulut rahim, lanjut Husny, sesuai dengan data pada 2020 terjadi sebanyak 87 kasus per hari.
Seorang pria dijuluki tree man atau manusia pohon karena menderita kondisi medis langka. Kondisi itu membuat tangan dan kakinya berubah menyerupai kulit kayu.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau seluruh perempuan Indonesia berusia di atas 30 tahun untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk cegah kanker payudara.
Insinyur Katie Weimer kembangkan teknologi biotissue cetak 3D untuk rekonstruksi payudara. Solusi alami tanpa risiko implan industri bagi penyintas kanker.
Ketika diuji di laboratorium pada sel kanker payudara, senyawa ini banyak masuk dan terakumulasi di sel kanker payudara yang memiliki reseptor estrogen positif.
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved