Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Vaksinasi HPV Massal: Strategi Kolektif Menutup Laju Kanker Serviks di Indonesia

Despian Nurhidayat
24/12/2025 14:19
Vaksinasi HPV Massal: Strategi Kolektif Menutup Laju Kanker Serviks di Indonesia
Vaksinasi HPV massal(POGI)

Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia. Penyakit ini tercatat sebagai penyebab kematian akibat kanker tertinggi kedua pada perempuan. Data menunjukkan fakta yang mengkhawatirkan: rata-rata setiap 25 menit, satu perempuan Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks. Padahal, sekitar 90 persen kasus sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) serta skrining kesehatan secara rutin.

Merespons tantangan tersebut, Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) melalui gerakan nasional Selamatkan Perempuan Indonesia (SPRIN) menginisiasi program Vaksinasi HPV Massal berskala provinsi di DKI Jakarta. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peluncuran SPRIN yang bertepatan dengan peringatan Hari Ibu Nasional 2025, sekaligus menandai percepatan perlindungan kesehatan perempuan secara terencana dan kolaboratif.

Vaksinasi HPV massal dilaksanakan serentak dalam satu hari di enam titik lokasi yang mencakup lima kota administratif di DKI Jakarta serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Program ini menargetkan lebih dari 500 penerima vaksin dan dirancang untuk memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam kategori Vaksinasi HPV Serentak Terbanyak di DKI Jakarta.

Ketua Umum POGI, Budi Wiweko, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni simbolik. Menurutnya, vaksinasi massal ini merupakan langkah konkret menuju target global eliminasi kanker serviks yang dicanangkan World Health Organization (WHO).

“Ini adalah aksi nyata, cepat, dan terstruktur menuju target eliminasi kanker serviks. Program ini juga menjadi pilot project nasional SPRIN sebelum diperluas ke berbagai provinsi pada periode 2026–2029,” ujarnya dalam kegiatan vaksinasi di Jakarta, 23 Desember 2025.

Ia menambahkan, seluruh data peserta dan dokumentasi kegiatan akan dikonsolidasikan bersama Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk keperluan verifikasi MURI. Pengumuman resmi rekor tersebut direncanakan dilakukan pada acara puncak peringatan Hari Ibu Nasional.

Dukungan pemerintah daerah turut menguatkan upaya pencegahan kanker serviks ini. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menekankan bahwa pencegahan penyakit merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Ia menyebut Pemprov DKI Jakarta telah menjalankan berbagai program kesehatan, mulai dari cek kesehatan gratis, vaksinasi bagi siswa sekolah dasar, hingga layanan Pasukan Putih bagi kelompok rentan.

“Kami mengapresiasi POGI yang menjadikan Jakarta sebagai fokus program vaksinasi HPV massal. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat,” kata Pramono.

Ia berharap sinergi lintas sektor tersebut dapat terus berlanjut, sejalan dengan visi pembangunan kesehatan masyarakat menuju peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Dari sisi kebijakan nasional, Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Oktavianus mengingatkan bahwa infeksi HPV merupakan penyebab utama kanker serviks dan dapat dicegah secara efektif melalui vaksinasi lengkap. Ia mendorong masyarakat memanfaatkan program vaksinasi HPV gratis yang telah berjalan sejak 2023 bagi anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar.

“Vaksinasi HPV adalah investasi kesehatan masa depan, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi generasi bangsa,” ujarnya.

Lebih dari sekadar agenda vaksinasi, program ini menjadi tonggak awal komitmen jangka panjang SPRIN dalam memperluas akses pencegahan yang merata, memperkuat edukasi kesehatan reproduksi, serta meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya deteksi dini kanker serviks.

Kegiatan vaksinasi HPV massal ini terselenggara melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan POGI sebagai penyedia materi ilmiah dan supervisi teknis, Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebagai pelaksana lapangan dan pendata peserta, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam mobilisasi jaringan komunitas, Bio Farma bersama mitra CSR untuk dukungan vaksin dan logistik, organisasi masyarakat lintas agama, hingga peran media massa dalam diseminasi edukasi kesehatan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik