Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kesehatan jiwa konsultan psikiatri anak dan remaja dari RSUI, Fransiska M Kaligis, mengatakan mendapati diagnosis kanker pada anak sering kali berdampak pada orangtua sehingga mereka memerlukan dukungan psikologis dalam mendampingi anak.
"Peran orangtua ketika menangani anak dengan kanker perlu dukungan medis maupun psikologis. Kita sebagai orangtua juga penting sebagai dukungan emosional bagi anak," kata Fransiska, dikutip Senin (15/7).
Fransiska mengatakan kehadiran orangtua sangat dibutuhkan anak yang sedang menjalani pengobatan kanker.
Baca juga : Orangtua Diingatkan Pastikan Anak tidak Alami Obesitas
Orangtua bisa menjadi penguat anak sehingga anak tidak mudah stres dan bisa berpikiran positif terhadap apa yang sedang dialaminya.
Orangtua juga perlu hadir untuk memberikan ketenangan, informasi dan validasi emosi anak, dengan begitu anak akan menjalani pengobatan kanker dengan lebih tenang.
Namun, nyatanya, orangtua yang mendapat diagnosis bahwa sang anak menderita kanker ternyata dapat mengalami rentetan psikologis yang juga berat. Orangtua sering kali mengalami shock dan tidak terima dengan berita yang didengar yang sebenarnya merupakan respons natural manusia ketika mengalami berita buruk.
Baca juga : Anak yang Minim Waktu Berkualitas dengan Orangtua Sulit Berkembang
Mereka pun juga harus melewati masa penolakan atau denial terhadap apa yang diterimanya dan juga rasa marah sampai putus asa. Hingga mencapai fase bisa menerima keadaan juga memerlukan waktu yang tidak sebentar dan tidak mudah.
Dampak psikologis ini juga tidak jarang berimbas pada sistem di keluarga yang juga berubah membuat orangtua bisa mengalami stres, depresi dan merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik pada anaknya.
Hal ini yang juga sering disebut bahwa orangtua sebagai 'pasien terselubung' di balik anak yang terkena kanker.
Baca juga : Krisis Identitas pada Penyintas Kanker Anak Harus Dihadapi dan Diatasi
"Dampaknya orangtua mengalami stres dan cemas, kalau lebih berat bisa depresi, orangtua juga sering merasa bersalah dan merasa belum bisa memberikan yang terbaik, tanggung jawab masa perawatan juga bisa menyebabkan lelah fisik pada orang tua dan itu rentan mengalami gangguan psikologis karena kurang tidur, mood nggak enak, dan kerjaan juga jadi terganggu," kata Fransiska.
Untuk menghindari stres dan depresi, Fransiska mengatakan beberapa kebutuhan psikososial penting sekali dipenuhi orangtua, salah satunya kebutuhan informasi seperti mengikuti kegiatan komunitas agar dapat informasi yang berkaitan dengan penyakit anak. Kebutuhan emosional orang tua juga perlu diatasi dengan saling berbagi dan mendukung.
Selain itu, kebutuhan finansial yang sering kali memengaruhi kondisi keuangan juga perlu disiasati dengan beberapa opsi seperti asuransi yang meringankan beban pengobatan anak.
Baca juga : Ini Tanda Pembesaran Kelenjar Getah Bening pada Anak yang Patut Diwaspadai
Kebutuhan fisik juga perlu diatur orangtua seperti masalah mengurus rumah tangga yang bisa dilakukan bergantian dengan anggota keluarga lain agar orangtua tidak mengalami kelelahan fisik saat menjaga anak yang sedang sakit dan bisa beristirahat.
Dan perlunya juga kebutuhan spiritual agar merasa lebih tenang dan bisa melewati fase psikologis dan bisa menerima keadaan. Dukungan untuk memenuhi kebutuhan psikososial ini bisa dilakukan antara dokter dengan pasien, sesama pasien, atau sesama orangtua.
"Psikososial berupa bantuan yang sifatnya memberikan perhatian, motivasi, informasi dan interaksi yang dapat meningkatkan kualitas hidup kita, kalau kita saling mendukung memberikan rasa positif satu sama lain itu juga satu hal yang sifatnya psikososial," katanya.
Untuk menghindari stres, Fransiska menyarankan agar orangtua tidak terlalu banyak mendengar omongan orang lain yang bersuara negatif dan mengontrol diri untuk fokus pada dukungan positif orang terdekat saja.
Konsultasikan dengan dokter terkait hal-hal yang dianggap mitos di masyarakat agar mendapatkan informasi yang benar dan bisa menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved