Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA N lahir pada 11 Februari 2011, ia tampak sehat dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang dilihat orangtuanya. Hanya perasaan senang dan bahagia pada hari itu. Hingga akhirnya pada usia 18 bulan, Eka sang ibu, , menyadari anaknya ada yang berbeda.
Kecurigaan Eka muncul saat tangan N begitu lemas saat memainkan sakelar lampu. Padahal, ketika baru lahir dokter mengatakan ia baik-baik saja dan tidak ada gejala apa pun. Akhirnya Eka datang ke dokter untuk menanyakan tumbuh kembang N.
"Saat itu hanya curiga pada tangannya saja yang lemas. Perkembangan lainnya tidak terlalu memperhatikan karena untuk gerak lainnya, seperti duduk, tengkurap, di umur segitu masih baik-baik saja. Jalan dengan berpegangan sesuatu atau rembetan masih bisa, tetapi jalan secara biasa baru bisa pada usia empat tahun," kata Eka kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.
Baca juga : 65% Penyandang Penyakit Langka akan Alami Masalah Serius
Eka juga melihat ada yang aneh pada pertumbuhan anaknya yang hanya beberapa bagian sehingga dibawa ke banyak dokter dan hasilnya tetap sama, dokter mengatakan tidak ada masalah. Akhirnya Eka melakukan tes kromosom di Lab Biologi Universitas Indonesia yang menunjukkan bahwa putrinya terdiagnosis mengalami down syndrome dan ada kelainan di kromosom 7.
Kemudian pada 2017 dilakukan tes ulang dan hasilnya tidak ada down syndrome, hanya ada kelainan di kromosom 7 yang kelebihan ukuran sehingga disebutnya additional.
"Dokternya bilang karena tidak ada di kamus genetik sehingga disebut 7+ syndrome. Kelainan kromosom tersebut di lapangan memang sudah banyak, tetapi berbeda-beda, ada yang tidak sesuai ukuran atau kromosom nyelip di tengah-tengah tambahan kromosom," ujar Eka.
Baca juga : Penyakit Langka, Empty Sella Syndrome Jarang Picu Gejala
Ketika pandemi, N terpaksa sekolah di rumah karena ia mengalami pneumonia dan sudah dua kali masuk ICU sehingga rentan terkena penyakit apalagi SARS CoV2.
"Saya tidak berani mendekatkan dia ke kerumunan karena jika tertular covid-19 akan sangat berbahaya," jelas Eka.
Survivor 7+ syndrome juga mengalami global developmental delay (GDD) atau keterlambatan perkembangan umum pada anak. Eka pernah melakukan tes IQ kepada anaknya dan hasilnya hanya 38. Postur tubuh tetap tinggi karena faktor keturunan, tapi tulang dada menonjol keluar atau yang biasa disebut pigeon chest (pectus carinatum). "Ketika tes MRI, ada atrofi otak, yaitu otak depan kecil," katanya
Penyakit langka atau rare disorder masih jarang menjadi perhatian masyarakat, padahal bisa terjadi kepada siapa pun tanpa ada riwayat keturunan atau penyakit menular. Untuk mewadahi penyintas dan keluarga odalangka, Eka tergaung dalam perkumpulan Indonesia Rare Disorder agar para orangtua bisa berbagi informasi dan lebih mengerti tentang penyakit langka.
Perkumpulan Indonesia Rare Disorder yang sudah ada sejak 2015 dan baru disahkan secara legal pada 2022 dengan jumlah anggota lebih dari 400 orang. (H-2)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Dia berharap, dirinya bisa mendorong anak muda lain untuk memeriksakan diri, meski mereka mungkin berpikir tidak ada masalah.
PET/CT dan SPECT/CT adalah teknologi nuklir canggih yang memungkinkan deteksi dini sel kanker dengan akurasi tinggi dan aman bagi pasien.
Pasien diabetes terdiagnosis telat dengan kondisi sudah mengalami ketoasidosis diabetikum (KAD), merupakan kondisi berat karena gula darah tinggi, muntah-muntah, sesak, dan tidak sadar.
Berdasarkan data pada 2023, terungkap Kalimantan Barat hanya memiliki dua sistem MRI dengan jumlah penduduk mencapai 5 juta jiwa.
Pencitraan, pengobatan, dan pemantauan berbasis AI, serta integrasi data pasien lintas fasilitas kesehatan merupakan solusi penting untuk menjembatani kesenjangan layanan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved