Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Menciptakan kedekatan dengan anak menjadi hal penting bagi para orangtua. Upaya mendekatkan diri dengan anak bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melakukan berbagai aktivitas yang disukai anak bersama-sama.
Hal itu misalnya dilakukan oleh Astrid Wulandari, ibu dua anak, yang juga founder Lady Bos Jakarta, sebuah komunitas perempuan mandiri dan independen. Acid, sapaan akrab dari Astrid, memiliki sepasang buah hati yang masih kecil-kecil.
Anak pertamanya perempuan yang akan masuk SD tahun ini. Sementara anak kedua laki-laki yang mau berumur 3 tahun.
Baca juga : Ikuti Cara Ini untuk Mengatasi Anak Kecanduan Main Gadget
Acid mengatakan bahwa menciptakan kedekatan dengan anak perempuan dan laki-laki cukup berbeda. Untuk yang perempuan, ia sering melakukan aktivitas bersama seperti perawatan bareng, ke salon bareng, hingga belanja baju bareng. "Itu menambah bonding sih," ujarnya dalam sebuah sesi bertajuk Inspiring Moms Sharing Session dalam acara Summer Holiday di Senayan Park, Jakarta Selatan, Sabtu (15/6).
Sementara itu, anak laki-lakinya lebih suka diajak beraktivitas fisik. Untuk itu kegiatan bersama yang dilakukan seperti main sepak bola dan basket.
Menurutnya, berbagai aktivitas itu bisa membuat hari-hari sang anak lebih gembira. Hal itu misalnya bisa membuat mereka tidur lebih cepat.
Baca juga : Orangtua Harus Bijak saat Kenalkan Gawai ke Anak
Di sisi lain, anak zaman sekarang tidak bisa dipisahkan dari gawai atau gadget. Acid menyebut bahwa gadget diberikan saat weekend.
"Itu juga kalau bisa kita main bareng sama anaknya," katanya. Ia juga menyampaikan sisi positif gadget, bahwa itu tidak sekadar untuk main game, melainkan bisa juga untuk belajar membaca, menggambar, dan sebagainya.
Pada kesempatan yang sama, Loretta Kartikasari, dosen, penulis, dan pengusaha mengatakan pentingnya membuat perjanjian dengan anak perihal gawai. "Bikin perjanjian kapan waktunya megang, kapan waktunya meletakkan gadget dan ngobrol," ujarnya.
Loretta yang mengidap disleksia juga merupakan founder Marcommads Edulearn Center. Lembaga tersebut giat mengedukasi dan melatih penyandang disabilitas untuk berkarya sebagai konten kreator. Dari situ, manfaat gadget jadi lebih terasa.
"Pengennya adik-adik spesial ini makin gede nantinya, tetap ada batch-batch selanjutnya untuk konten kreator. Terus mereka juga bisa belajar bikin desain, bahkan mereka juga bisa bikin desain tuh misalnya pakai apa. Jadi bisa lebih panjang kegiatannya," ungkapnya
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Sejalan dengan imbauan Pemerintah, masyarakat diajak untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan mengurangi paparan gawai.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Dibutuhkan komitmen orangtua untuk membuat anak memiliki kesibukan lain selain bermain gawai, khususnya di momen libur Lebaran yang panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved