Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK yang mengaku kerap mendapatkan infus atau suntik vitamin C jika mereka memiliki aktivitas tinggi serta harus tampil prima dan bugar tapi tak sempat beristirahat.
Dokter dan ahli nutrisi, Tan Shot Yen, menjelaskan bahwa vitamin C perlu diletakkan pada duduk perkara sebenarnya sebagai antioksidan yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh. Pada orang sehat, vitamin C dibutuhkan, tapi dalam dosis kecil.
Pada dasarnya vitamin C secara efektif mengais reactive oxygen species (ROS) dan reactive nitrogen species (RNS) yang mencegahnya menyerang low density lipoprotein (LDL). Jadi, bisa dikatakan bahwa vitamin C jelas berfungsi sebagai antioksidan.
Baca juga : Haornas Jadi Momentum Vitacimin Tingkatan Kesadaran Warga soal Pemenuhan Vitamin C
"Kadar pemakaiannya pun enggak butuh dosis-dosis yang bombastis. Recommended dietary allowance (RDA) 90 mg/hari untuk pria dewasa dan 75 mg/hari bagi wanita dewasa," kata dokter Tan kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.
Suntikan vitamin C dibutuhkan pada kondisi-kondisi khusus seperti perlu antioksidan lebih dari kondisi sehari-hari, pada penyakit infeksi dan penyakit kronis yang memengaruhi pembuluh darah, karena vitamin C membuat kolagen dan kolagen menjamin kelenturan pembuluh darah. "Jadi bukan untuk segar-segar, apalagi vitamin C harus disuntik langsung ke dalam pembuluh darah/intravena dan memberi nyeri. Maka, sangat berbahaya bahkan berisiko infeksi pada penyuntikan salah," ungkapnya.
Ia tetap merekomendasikan gaya hidup sehat secara keseluruhan. Untuk mendapatkan kebugaran maka konsumsi sumber pangan kaya vitamin C yang berasal dari buah, sayur, atau sumber pangan lainnya, bukan suntikan vitamin C. Buah yang direkomendasikan kaya akan vitamin C ialah jambu, jeruk, pepaya, strowberi, kiwi, paprika, dan lainnya. Masih banyak cara mendapatkan vitamin C yang lebih alami, mudah, dan murah.
Baca juga : Suntik Vitamin C Bukan untuk Segar-Segar
Suntik vitamin C ini juga tidak dianjurkan kepada semua kelompok umur karena akan sangat berbahaya bagi anak. Sebaliknya konsumsi buah yang mengandung vitamin C tidak ada batasan kelompok umur.
Selain itu, terdapat dampak buruk dari suntik vitamin C, antara lain adanya ketergantungan karena sugesti setelah disuntik merasa segar. Dengan begitu, ketika tubuh kembali merasa lelah, berharap pada suntik vitamin C yang berakibat pada masalah kelebihan dosis.
"Kemudian sakit kepala, kemerahan, dan nyeri pada tempat suntikan, justru bisa muncul rasa lemah dan lamban. Bagi yang sudah punya risiko batu ginjal, risiko bertambah dengan suntikan vitamin C," ungkapnya.
Baca juga : 3.000 Pelari akan Ramaikan Smartfren Run 2024
Suntik vitamin C untuk memutihkan kulit atau kecantikan juga saat ini banyak diminati oleh banyak orang. Namun, dr Tan tetap tidak merekomendasikan cara tersebut.
"Karena vitamin C membuat tubuh memproduksi kolagen jaringan elastis yang juga ada di bawah kulit. Tapi untuk membuatnya permanen maka perlu memperbaiki pola makan sehari-hari. Bukan dari vitamin C," paparnya.
Banyak kebiasaan yang bisa menyebabkan kulit rusak, seperti suka begadang, tidak bisa mengelola stres, merokok, banyak mengonsumsi makanan cepat saji, minum alkohol, dan banyak minuman manis. "Sebab makanan tinggi gula, kebiasaan merokok, justru membuat kerut kulit mudah terjadi," ucapnya.
Adapun kebiasaan yang bisa dilakukan agar kulit tetap sehat dan cerah ialah cukup tidur, olahraga secara rutin, penuhi kebutuhan cairan dengan banyak minum air putih, lindungi kulit dari sinar matahari, konsumsi makanan kaya vitamin, dan lainnya. (H-2)
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Mikrobiota vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan.
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Makanan untuk penderita tifus: pilih yang bergizi, mudah dicerna, dan bantu pulihkan energi. Cegah malnutrisi dengan asupan sehat selama masa pemulihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved