Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Pakistan mengambil langkah cepat merespons lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dengan menggratiskan transportasi umum di ibu kota Islamabad selama satu bulan penuh. Kebijakan ini diumumkan Menteri Dalam Negeri, Mohsin Naqvi, yang menyatakan seluruh layanan transportasi publik di Islamabad akan digratiskan selama 30 hari mulai hari berikutnya.
“Semua transportasi umum di Islamabad akan digratiskan untuk masyarakat selama 30 hari ke depan,” ujarnya melalui platform X, Jumat (3/4).
Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar 350 juta rupee Pakistan atau setara Rp21,3 miliar untuk mendanai program tersebut.
Kebijakan ini diambil setelah pemerintah Pakistan menaikkan harga BBM secara signifikan. Harga bensin melonjak dari 321,17 rupee menjadi 458,4 rupee per liter, sementara solar naik dari 335,86 rupee menjadi 520,35 rupee per liter.
Lonjakan harga tersebut dipicu gangguan pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah, khususnya di jalur strategis Selat Hormuz.
Sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati selat tersebut, sehingga gangguan distribusi langsung berdampak pada kenaikan harga minyak dunia, biaya pengiriman, hingga premi asuransi.
Konflik di kawasan tersebut juga menimbulkan dampak kemanusiaan. Nepal melaporkan sedikitnya 21 pekerja migrannya terluka sejak konflik dimulai. Satu orang dilaporkan tewas akibat serangan drone, sementara 11 lainnya ditahan karena dugaan penyebaran informasi yang tidak akurat.
Sementara itu, Thailand menemukan sisa jasad manusia di kapal yang sebelumnya diserang di perairan dekat Oman. Kapal tersebut, Mayuree Naree, diserang pada 11 Maret dan hingga kini tiga awak masih dinyatakan hilang.
Secara keseluruhan, sedikitnya 26 warga dari berbagai negara Asia dilaporkan tewas atau hilang akibat konflik ini. Mereka berasal dari India, Bangladesh, Pakistan, China, Nepal, Filipina, Indonesia, dan Thailand.
Sejumlah negara mulai mengambil langkah mitigasi dampak krisis energi. Di Indonesia, pemerintah mengimbau aparatur sipil negara untuk bekerja dari rumah guna menghemat energi. Sementara di Malaysia, kebijakan kerja jarak jauh akan diterapkan bagi pegawai negeri tertentu mulai pertengahan April.
Langkah Pakistan menggratiskan transportasi publik dinilai sebagai upaya langsung untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global yang terus meningkat. (Ant/E-3)
IRAN mengizinkan lagi 20 kapal berbendera Pakistan untuk berlayar melintasi Selat Hormuz dengan aman. Ini dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar.
Pakistan menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi perundingan antara AS dan Iran demi mencapai penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, jika kedua pihak menghendaki.
Pakistan puncaki Global Terrorism Index 2026 dengan 1.139 kematian pada 2025. Kelompok TTP jadi aktor paling mematikan di tengah tren penurunan terorisme global.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Pakistan dan Afghanistan sepakat menghentikan sementara konflik maut demi menghormati Idul Fitri, menyusul serangan udara di Kabul yang menewaskan ratusan jiwa.
UNI Eropa (UE) tengah bersiap menghadapi krisis energi. Komisaris Energi UE Dan Jorgensen pada Jumat (3/4) menyebut adanya kemungkinan untuk menjatah BBM
Indef menilai pemerintah perlu segera mengaktifkan kembali insentif kendaraan listrik guna meredam tekanan fiskal akibat lonjakan harga minyak dunia.
Peluncuran delapan butir transformasi budaya kerja nasional dinilai menjadi langkah awal pemerintah yang tepat dalam merespons tekanan global akibat konflik TImur Tengah.
Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik dinilai berpotensi menekan ketahanan energi dan fiskal Indonesia.
Konflik Timur Tengah dinilai dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transisi energi berbasis listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved