Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT warga Amerika Serikat mengeluhkan harga bensin yang menembus US$4 per galon, situasi yang jauh lebih ekstrem justru terjadi di Hong Kong. Kota finansial global ini kini mencatat harga BBM termahal di dunia, mencapai sekitar US$15,6 per liter atau hampir empat kali lipat harga di AS.
Dilansir dari CNN, lonjakan ini terjadi di tengah krisis energi global yang dipicu konflik di Timur Tengah, termasuk memanasnya ketegangan dengan Iran. Penutupan jalur strategis Selat Hormuz, urat nadi distribusi minyak dunia, mendorong harga minyak dunia, melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Bagi Hong Kong, dampaknya terasa lebih dalam. Wilayah ini sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah yang dikirim melalui jalur tersebut. Meski sekitar 80% produk minyaknya dipasok dari Tiongkok daratan, tekanan harga global tetap tak terhindarkan.
Padahal, bahkan sebelum konflik memuncak, Hong Kong sudah lama dikenal sebagai kota dengan harga BBM tertinggi, menurut data GlobalPetrolPrices.com.
Meski hanya sekitar 8,4% dari 7,5 juta penduduk Hong Kong yang memiliki mobil pribadi, efek kenaikan harga BBM tidak berhenti di sektor transportasi. Ekonom memperingatkan bahwa lonjakan ini akan mendorong inflasi dan meningkatkan biaya logistik, yang pada akhirnya berdampak ke harga barang dan jasa.
Pemimpin Hong Kong, John Lee, mengakui tekanan tersebut dan menyatakan pemerintah akan terus memantau fluktuasi harga energi. Namun, kekhawatiran publik terus meningkat.
Harga yang terlalu tinggi memicu perubahan perilaku. Sejumlah pemilik kendaraan kini memilih mengisi bahan bakar di China daratan, seperti Shenzhen, di mana harga bensin bisa hanya sepertiga dari Hong Kong.
Jason Kan, seorang konsultan independen, mengaku biaya BBM naik sekitar 15% sejak konflik memanas, kenaikan yang terasa berat mengingat harga awal sudah tinggi.
“Ini sangat berdampak, karena porsi pengeluaran untuk BBM di Hong Kong sudah besar dibanding negara seperti Jepang atau Taiwan,” ujarnya.
Fenomena ini juga mendorong warga Hong Kong lebih sering berbelanja dan makan di kota-kota China yang lebih murah, yang berpotensi menggerus konsumsi domestik.
Dampak paling terasa dirasakan pekerja lapangan. Liu, seorang pengemudi pengantar makanan, mengeluhkan margin pendapatannya yang tergerus.
“Biaya bensin naik, tapi bayaran tetap sama,” katanya.
Harga BBM yang mahal, ditambah biaya parkir dan registrasi kendaraan yang tinggi, membuat tingkat kepemilikan mobil di Hong Kong termasuk yang terendah di dunia. Di sisi lain, kota ini memiliki sistem transportasi publik yang efisien dan luas.
Analis menilai mahalnya BBM di Hong Kong dipicu kombinasi pajak tinggi dan biaya lahan yang mahal, faktor struktural yang membuat harga sulit turun, bahkan saat krisis mereda. (CNN/Z-10)
Menurut Panetta, seiring berlanjutnya konflik, risiko terhadap infrastruktur produksi dan distribusi energi juga semakin meningkat.
KEBIJAKAN pemerintah yang mempertahankan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah kondisi harga minyak global yang berfluktuasi diapresiasi.
Langkah Indonesia tergolong unik jika dibandingkan dengan respons negara-negara lain yang mayoritas memilih untuk menaikkan harga secara signifikan.
ISU palsu atau hoaks mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ternyata tidak hanya beredar di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara tetangga, Malaysia.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan bahwa penyediaan energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump
Harga bensin di Rusia tembus rekor tertinggi usai serangan drone Ukraina menghantam kilang minyak dan infrastruktur energi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved