Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Korea Selatan Soroti Peran Energi Indonesia

M Ilham Ramadhan Avisena
01/4/2026 16:47
Korea Selatan Soroti Peran Energi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto.(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)

PRESIDEN Korea Selatan Lee Jae Myung menempatkan Indonesia sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas global, khususnya di sektor energi. Hal itu disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Prabowo Subianto di Cheong Wa Dae, Rabu (1/4).

Dalam pertemuan tersebut, Lee menyoroti peran Indonesia sebagai pemasok energi yang stabil bagi Korea Selatan, terutama di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.

"Kami sangat yakin mengetahui bahwa Indonesia menyediakan LNG dan batubara secara sangat stabil kepada Korea," ujar Lee seperti dikutip dari siaran pers.

Menurutnya, situasi dunia yang dipengaruhi berbagai krisis, termasuk dinamika di Timur Tengah, membuat kerja sama ekonomi antarnegara menjadi semakin krusial. Ia menilai hubungan Indonesia dan Korea Selatan perlu diperkuat untuk meredam dampak dari gejolak global tersebut.

"Saya percaya bahwa kita perlu meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara kita agar dapat meminimalkan dampak negatif dari isu-isu global tersebut," lanjutnya.

Selain aspek energi dan ekonomi, Lee juga menekankan kesamaan nilai antara kedua negara sebagai fondasi kerja sama jangka panjang. Ia menyebut demokrasi, perdagangan bebas, dan komitmen terhadap tatanan berbasis aturan sebagai titik temu yang memperkuat posisi kedua negara di tengah krisis global.

"Kerja sama antara kedua negara kita yang memiliki nilai-nilai demokrasi, perdagangan bebas, dan tatanan berbasis aturan akan bersinar terang, terutama dalam situasi krisis seperti yang kita alami sekarang," ungkapnya.

Lee juga membuka ruang dialog yang lebih luas, tidak hanya terkait hubungan bilateral, tetapi juga kontribusi bersama dalam tatanan global. Ia melihat Indonesia dan Korea Selatan sebagai kekuatan menengah yang dapat memainkan peran lebih besar di panggung internasional.

"Saya menantikan pertukaran pendapat yang jujur dengan Presiden Prabowo, tidak hanya tentang memajukan hubungan bilateral kita, tetapi juga tentang berbagai cara untuk berkontribusi bersama kepada masyarakat internasional sebagai negara-negara kekuatan menengah yang bertanggung jawab," kata dia.

Di tengah pembahasan strategis, Lee turut menyampaikan belasungkawa atas gugurnya prajurit Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon, menandakan dimensi kemanusiaan dalam hubungan kedua negara.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan," ujarnya. (Iam/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya