Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Komitmen Hilirisasi Prabowo Jadi Angin Segar bagi Industri Kelapa Nusantara

Golda Eksa
31/3/2026 19:35
Komitmen Hilirisasi Prabowo Jadi Angin Segar bagi Industri Kelapa Nusantara
Ketua Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (Asbrintara) Denni Fauzi .(Ist)

KETUA Umum Asosiasi Briket Kelapa Nusantara (Asbrintara), Denni Fauzi, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memacu hilirisasi dan industrialisasi komoditas strategis nasional, khususnya kelapa.

Langkah ini dinilai krusial untuk mentransformasi posisi Indonesia dari sekadar pemasok bahan mentah menjadi pemain utama dalam rantai pasok global yang bernilai tambah tinggi.

Menurut Denni, visi Presiden Prabowo yang menekankan pengolahan bahan mentah sangat relevan dengan tantangan industri kelapa saat ini. Meski berstatus sebagai salah satu produsen terbesar dunia, Indonesia dinilai belum optimal dalam mengeksplorasi potensi hilirisasi.

“Selama ini kita masih banyak mengekspor bahan mentah atau setengah jadi. Padahal, dari kelapa bisa dihasilkan berbagai produk turunan bernilai tinggi seperti briket arang, santan olahan, minyak kelapa, hingga produk turunan lainnya yang memiliki pasar ekspor besar,” ujar Denni di Jakarta, Selasa (31/3).

Ia menambahkan bahwa konsep 'pohon industri' yang diusung Presiden merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem dari hulu hingga hilir. Dengan pendekatan ini, setiap bagian dari kelapa dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa menyisakan limbah (zero waste).

Dampak Ekonomi
Hilirisasi tidak hanya dipandang sebagai upaya peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat di daerah sentra produksi.

“Asbrintara melihat hilirisasi kelapa bukan hanya soal meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, terutama di daerah-daerah penghasil kelapa,” lanjut Denni.

Salah satu bukti nyata keberhasilan hilirisasi adalah industri briket arang tempurung kelapa. Produk ini telah berhasil menembus pasar internasional, mulai dari Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat.

Meski optimistis, Asbrintara memberikan catatan mengenai perlunya dukungan kebijakan yang lebih konkret dari pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan industri ini. Beberapa poin utama yang disoroti antara lain:

  •     Akses Pembiayaan: Kemudahan pendanaan bagi pelaku usaha mikro hingga menengah.
  •     Kualitas SDM: Peningkatan kompetensi tenaga kerja di sektor pengolahan.
  •     Infrastruktur: Penguatan sarana penunjang industri di daerah-daerah terpencil.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah untuk mendorong hilirisasi kelapa secara lebih masif. Ini momentum penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga pemain utama dalam industri global,” tegasnya.

Asbrintara meyakini, dengan komitmen kuat dari pemerintahan Presiden Prabowo, industri kelapa nasional dapat bertransformasi menjadi pilar utama dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di kancah internasional. (P-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya