Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Mendarat di Seoul, Prabowo Siap Bahas Kerja Sama Energi hingga AI dengan Korea Selatan

Kautsar Widya Prabowo 
31/3/2026 18:55
Mendarat di Seoul, Prabowo Siap Bahas Kerja Sama Energi hingga AI dengan Korea Selatan
Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Udara Seoul (Seoul Air Base/K-16), Seongnam, Korea Selatan, pada Selasa (31/3), pukul 19.27 waktu setempat(metrotvnews/Kautsar)

PRESIDEN Prabowo Subianto tiba di Pangkalan Udara Seoul (Seoul Air Base/K-16), Seongnam, Korea Selatan, pada Selasa (31/3), pukul 19.27 waktu setempat. Kedatangan Presiden Prabowo menandai dimulainya kunjungan resmi perdananya ke Negeri Ginseng.

Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan mendarat dengan aman dan disambut sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sungwhan, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan.

Kedatangan Presiden juga disambut dengan dentuman meriam sebanyak 21 kali yang menandakan penghormatan tertinggi kepada kepala negara. Selain itu, Presiden disambut oleh sejumlah petugas Kawal Istana yang menggunakan pakain tradsional Korea yaitu hanbok.

Usai penyambutan, Presiden Prabowo langsung masuk kedalam mobil untuk menuju tempat bermalam sebelum memulai agenda resmi keesokan harinya.

Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Korea Selatan, Blue House, pada Rabu, 1 April 2026.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan 53 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Korea Selatan. Juru bicara Kantor Presiden Korea Selatan, Kang Yu-jung, sebelumnya menyampaikan bahwa kedua pemimpin akan membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Sejumlah bidang yang menjadi fokus pembahasan meliputi kecerdasan buatan (AI), infrastruktur, perkapalan, energi nuklir, transisi energi, hingga industri kreatif budaya. Selain itu, kedua negara juga akan mendorong peningkatan kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pertahanan.

Pertemuan ini diharapkan mampu mengukuhkan hubungan kemitraan strategis khusus (Special Strategic Partnership) antara Jakarta dan Seoul ke level yang lebih tinggi. Selain isu teknologi, kedua pemimpin juga akan mendorong akselerasi di bidang perdagangan dan investasi guna memperkuat stabilitas ekonomi di kawasan Asia.

(P-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya